Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Rusia tidak menunjukkan itikad untuk mengakhiri perang di Ukraina yang telah berlangsung hampir tiga tahun. Penilaian itu disampaikan menyusul serangan besar-besaran Moskow ke Kyiv, yang terjadi menjelang lawatannya ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu Presiden AS Donald Trump.
Pada Sabtu (27/12), Rusia melancarkan gempuran selama hampir 10 jam ke ibu kota Ukraina dengan menggunakan drone dan rudal. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya satu perempuan, melukai puluhan warga, serta memicu pemadaman listrik dan pemanas bagi ratusan ribu penduduk di tengah suhu musim dingin yang ekstrem.
Zelensky menyebut sekitar 500 drone dan 40 rudal menghantam Kyiv serta wilayah sekitarnya. Ia menilai intensitas serangan itu mencerminkan sikap Moskow yang bertentangan dengan pernyataan diplomasi yang selama ini disampaikan.
"Perwakilan Rusia terlibat dalam pembicaraan panjang, tetapi pada kenyataannya yang berbicara adalah rudal Kinzhals dan drone Shaheds," kata Zelensky dikutip CNA, Minggu (28/12).
"Mereka tidak ingin mengakhiri perang dan berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyebabkan penderitaan yang lebih besar bagi Ukraina serta meningkatkan tekanan terhadap pihak lain di dunia," ujarnya.
Otoritas Ukraina melaporkan sejumlah sasaran serangan berada di kawasan sipil, termasuk apartemen, asrama mahasiswa, dan sebuah pompa bensin.
Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko mengatakan sekitar 600 ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik akibat serangan tersebut.
Di sisi lain, militer Rusia mengklaim serangan dilakukan dengan rudal hipersonik dan drone yang menargetkan infrastruktur energi serta fasilitas yang disebut memiliki kegunaan militer bagi Ukraina.
Dampak serangan turut dirasakan hingga ke negara tetangga. Polandia, yang merupakan anggota NATO, mengerahkan jet tempur dan meningkatkan kesiapan sistem pertahanan udaranya.
Dua bandara di wilayah dekat perbatasan Ukraina sempat menghentikan penerbangan sebelum operasional kembali berjalan normal.
Serangan itu terjadi menjelang pertemuan Zelensky dengan Presiden AS Donald Trump di Florida pada Minggu (28/12). Agenda pertemuan tersebut mencakup pembahasan proposal baru untuk mengakhiri konflik yang disebut sebagai perang terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
Zelensky mengungkapkan rencana perdamaian terbaru Ukraina terdiri dari 20 poin, yang membuka kemungkinan pembekuan garis depan pertempuran saat ini.
Proposal itu juga mencantumkan opsi penarikan pasukan Ukraina dari wilayah timur serta pembentukan zona penyangga demiliterisasi.
Langkah tersebut dipandang sebagai pengakuan paling terbuka dari Kyiv mengenai kemungkinan konsesi teritorial, sekaligus menandai perbedaan signifikan dibanding proposal 28 poin sebelumnya yang dinilai lebih sejalan dengan tuntutan Rusia.
Trump, dalam wawancara dengan media Politico, menyatakan rencana yang diajukan Zelensky belum bersifat final.
"Dia tidak punya apa-apa sampai saya menyetujuinya," kata Trump.
Zelensky menyebut pertemuannya dengan Trump akan membahas jaminan keamanan, upaya rekonstruksi, serta isu-isu sensitif seperti wilayah Donbas dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.
Dalam perjalanan ke Amerika Serikat, ia dijadwalkan singgah di Kanada dan menggelar pertemuan daring dengan para pemimpin Uni Eropa.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia menuduh Zelensky bersama sekutu-sekutu Eropanya berupaya menyabotase rencana awal perdamaian yang diklaim telah disusun oleh Rusia dan Amerika Serikat. (H-4)
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin kembali melontarkan serangan verbal terhadap para pemimpin Eropa
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu memperingatkan bahwa Rusia tengah bersiap membuka babak baru konflik dengan menjadikan 2026.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu (17/12) menuding Rusia berniat melanjutkan perang dan menegaskan kembali pentingnya jaminan keamanan nyata bagi Ukraina.
Zelensky menambahkan, dirinya merasa tersisih karena tidak diikutsertakan dalam pertemuan 15 Agustus
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menulis dalam sebuah unggahan Truth Social beberapa saat setelah konfrontasi menegangkan di Ruang Oval antara dirinya dan Zelensky.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved