Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Rusia Tawarkan Hentikan Intelijen untuk Iran, AS Diminta Stop Dukungan ke Ukraina

Ferdian Ananda Majni
25/3/2026 15:55
Rusia Tawarkan Hentikan Intelijen untuk Iran, AS Diminta Stop Dukungan ke Ukraina
Ilustrasi - Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026).(ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying)

PEMERINTAH Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina. Namun, proposal tersebut dilaporkan tidak mendapat respons positif dari Washington.

Sumber yang mengetahui jalannya negosiasi menyebut utusan Rusia, Kirill Dmitriev, menyampaikan gagasan tersebut kepada perwakilan Presiden AS Donald Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, dalam pertemuan di Miami pekan lalu.

Meski demikian, Dmitriev kemudian membantah adanya proposal tersebut dan menyebut laporan itu sebagai palsu melalui unggahannya di platform X.

Isu tersebut memicu kekhawatiran di kalangan diplomat Uni Eropa. Mereka menilai Moskow tengah berupaya meretakkan hubungan antara Eropa dan Amerika Serikat di tengah situasi krusial perang di Ukraina.

Seorang diplomat Uni Eropa bahkan menyebut usulan itu sebagai keterlaluan serta menilai pertemuan antara Witkoff dan Dmitriev belum menunjukkan kemajuan nyata menuju penyelesaian konflik.

Sementara itu, Gedung Putih memilih tidak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Kedutaan Besar Rusia di Washington juga tidak merespons permintaan tanggapan.

Pada Kamis sebelumnya, pihak Kremlin menyatakan bahwa proses perundingan damai Ukraina yang dimediasi AS saat ini berada dalam kondisi ditangguhkan.

Sumber lain menyebut Rusia juga mengajukan beberapa proposal tambahan terkait Iran kepada AS, namun seluruhnya ditolak. 

Axios melaporkan bahwa salah satu usulan tersebut adalah pemindahan uranium yang telah diperkaya milik Iran ke Rusia.

Sejak konflik berlangsung, Rusia disebut memperluas kerja sama intelijen dan militer dengan Iran.
Bahkan, The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa Moskow menyediakan citra satelit dan teknologi drone untuk membantu Teheran menargetkan pasukan AS di kawasan, meskipun klaim tersebut dibantah oleh Kremlin.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump sempat menyinggung kemungkinan keterkaitan antara isu Iran dan konflik Ukraina. 

"Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin sedikit membantu Iran," katanya 

seraya menambahkan kemungkinan bahwa Rusia memandang Amerika Serikat juga membantu Ukraina.

Hingga kini, AS masih mempertahankan kerja sama intelijen dengan Ukraina, meskipun sebagian bantuan militer dan finansial telah dikurangi. 

Berbagi intelijen tetap menjadi salah satu pilar utama dukungan Washington bagi Kyiv di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya