Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Putin Buka Pintu Dialog, Eropa Tunggu Sikap Macron

Ferdian Ananda Majni
21/12/2025 15:33
Putin Buka Pintu Dialog, Eropa Tunggu Sikap Macron
Vladimir Putin.(Al Jazeera)

JURU Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin terbuka untuk berdialog dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait perang di Ukraina. Pernyataan itu menandai sinyal kemungkinan kembalinya jalur komunikasi tingkat tinggi antara Moskow dan Paris.

"Putin telah menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam dialog dengan Macron. Oleh karena itu, jika ada kemauan politik dari kedua pihak, hal ini tentu dapat dinilai secara positif," kata Peskov.

Pernyataan tersebut muncul setelah Macron menyampaikan pandangannya pekan ini bahwa Eropa perlu kembali membuka komunikasi dengan Putin guna mencari jalan keluar dari konflik berkepanjangan di Ukraina.

"Saya percaya bahwa demi kepentingan kita sebagai orang Eropa dan Ukraina, penting untuk menemukan kerangka yang tepat untuk memulai kembali diskusi ini dalam beberapa minggu ke depan," ujar Macron.

Meski mendorong dialog, Macron menegaskan bahwa pendekatan diplomatik tetap disertai ancaman sanksi tambahan apabila Rusia tidak menunjukkan itikad baik. Dia sebelumnya memperingatkan bahwa Uni Eropa siap meningkatkan tekanan ekonomi jika upaya perundingan gagal menghentikan perang.

Macron juga menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki peluang untuk mencapai kesepakatan dengan Putin terkait penghentian invasi Rusia ke Ukraina.

"Jika pada akhirnya proses ini ditolak, kami juga siap menyatakan bahwa kami perlu meningkatkan sanksi," sebut Macron kepada media usai pertemuan di Gedung Putih.

Di saat yang sama, Macron melontarkan peringatan keras kepada negara-negara Eropa agar tidak mudah mempercayai komitmen Moskow. Ia menggambarkan Putin sebagai pemimpin yang berbahaya dan tidak konsisten dalam menepati janji.

"Putin jarang menepati komitmennya. Ia terus-menerus menjadi kekuatan destabilisasi. Ia berusaha menggambar ulang peta perbatasan demi memperluas kekuasaannya," ujarnya.

Macron menilai kecil kemungkinan Rusia akan kembali menjadi negara yang damai dan demokratis dalam waktu dekat. Ia menyebut perilaku Kremlin sebagai ancaman langsung bagi kawasan Eropa.

"Putin bahkan demi kelangsungan hidupnya sendiri, perlu terus memakan. Itu artinya ia adalah predator, monster di gerbang kita," pungkas Macron. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik