Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi pada Jumat (21/11) bahwa ia telah berdiskusi dengan para pemimpin Prancis, Inggris, dan Jerman mengenai rencana perdamaian 28 poin yang diajukan pemerintahan Trump sebagai upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Menurut Zelensky, para pemimpin tersebut menghargai upaya Amerika Serikat, Presiden Trump, dan timnya yang bertujuan mengakhiri perang ini.
Dalam video terpisah di media sosial, Zelensky memperingatkan bahwa negaranya sedang berada pada titik krusial.
"Ukraina mungkin menghadapi pilihan yang sangat sulit yaitu kehilangan martabat atau risiko kehilangan mitra kunci. Antara 28 poin yang sulit atau musim dingin yang sangat sulit," katanya.
Seorang pejabat Ukraina menyebutkan bahwa Zelensky juga telah berbicara dengan Wakil Presiden JD Vance untuk membahas rancangan tersebut.
Duta besar negara-negara Eropa bertemu dengan duta besar Ukraina di Washington untuk membahas perkembangan terbaru, termasuk komunikasi antara Zelensky dan Vance, percakapan Presiden Trump dengan para pemimpin Eropa, serta situasi di lapangan.
Di Pentagon, Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll juga bertemu 31 duta besar Eropa untuk menjelaskan posisi dan langkah yang sedang ditempuh AS terkait inisiatif perdamaian. Menurut juru bicara militer Kolonel Dave Butler, pertemuan berlangsung positif dengan sesi tanya jawab setelah pernyataan pembuka.
Dalam wawancara radio, Presiden Trump menegaskan bahwa ia mengharapkan jawaban Zelensky tentang rencana 28 poin tersebut paling lambat pada Kamis bertepatan dengan Thanksgiving. Namun ia mengisyaratkan fleksibilitas terkait batas waktu itu.
"Saya punya banyak tenggat Waktu. Jika semua berjalan lancar, kita cenderung memperpanjang tenggat waktu," kata Trump.
"Namun, Kamis adalah waktunya. Kami pikir waktu yang tepat," tambahnya.
Pada Jumat malam, Trump kembali menyinggung rencana tersebut di hadapan wartawan. Ia mengatakan bahwa Kyiv tetap harus menyetujuinya sebelum dapat dijalankan.
"Pada titik tertentu dia harus menerima sesuatu," ujarnya mengenai Zelensky. "Dia harus menyukainya dan jika dia tidak menyukainya, mereka harus terus berjuang, saya rasa," lanjutnya.
Rencana 28 poin tersebut kabarnya mencakup tuntutan agar Ukraina menyerahkan sebagian besar wilayah timur, mengurangi kapasitas militernya, dan tidak bergabung dengan NATO. Ini poin yang sejalan dengan persyaratan yang sebelumnya diajukan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow belum membahas rencana AS tersebut secara substantif. Sementara itu, Putin mengonfirmasi bahwa Rusia telah menerima teks awal melalui saluran komunikasi dengan pemerintahan Trump.
"Saya yakin ini juga bisa menjadi dasar bagi penyelesaian damai final," kata Putin. "Namun, teks ini tidak dibahas dengan kami secara substantif. Pemerintah AS sejauh ini belum dapat memperoleh persetujuan dari pihak Ukraina. Ukraina menentangnya," lanjutnya.
Pejabat Eropa menyebut bahwa mereka mengetahui AS sedang merumuskan proposal tersebut, tetapi tidak dilibatkan dalam penyusunannya. Hingga Kamis belum mendapat penjelasan resmi tentang isinya.
"Kami sedang mengerjakan dokumen yang disiapkan oleh pihak Amerika. Ini harus menjadi rencana yang menjamin perdamaian yang nyata dan bermartabat," kata Zelensky dalam unggahan di media sosial usai berbicara dengan Macron, Starmer, dan Merz.
Ia menegaskan bahwa prinsip utama Ukraina tetap tidak berubah yaitu perdamaian yang menghormati kedaulatan dan martabat rakyatnya.
"Kami sepakat bahwa tim kami akan mengerjakan proposal-proposal ini untuk memastikan semuanya tulus," ujar Zelensky.
Ia juga menyatakan harapannya untuk segera berbicara langsung dengan Trump. "Kami sepenuhnya menyadari bahwa kekuatan dan dukungan Amerika Serikat dapat benar-benar mendekatkan perdamaian. Kami juga menyadari bahwa Rusia tidak memiliki keinginan nyata untuk perdamaian," tambahnya.
Pemerintah Jerman dalam pernyataannya mengatakan bahwa para pemimpin Eropa menyambut baik upaya Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Ukraina. Ia menekankan komitmen pada kedaulatan Ukraina dan kebutuhan jaminan keamanan jangka panjang.
Para pemimpin Eropa sepakat bahwa setiap rencana yang menyangkut UE atau NATO memerlukan persetujuan dari mitra Eropa atau konsensus di antara para sekutu. (CBS News/I-2)
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved