Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Zelensky Bahas Rencana Perdamaian 28 Poin Trump dengan Pemimpin Eropa

Ferdian Ananda Majni
22/11/2025 10:59
Zelensky Bahas Rencana Perdamaian 28 Poin Trump dengan Pemimpin Eropa
(Al Jazeera)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi pada Jumat (21/11) bahwa ia telah berdiskusi dengan para pemimpin Prancis, Inggris, dan Jerman mengenai rencana perdamaian 28 poin yang diajukan pemerintahan Trump sebagai upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina. 

Menurut Zelensky, para pemimpin tersebut menghargai upaya Amerika Serikat, Presiden Trump, dan timnya yang bertujuan mengakhiri perang ini.

Dalam video terpisah di media sosial, Zelensky memperingatkan bahwa negaranya sedang berada pada titik krusial. 

"Ukraina mungkin menghadapi pilihan yang sangat sulit yaitu kehilangan martabat atau risiko kehilangan mitra kunci. Antara 28 poin yang sulit atau musim dingin yang sangat sulit," katanya.

Seorang pejabat Ukraina menyebutkan bahwa Zelensky juga telah berbicara dengan Wakil Presiden JD Vance untuk membahas rancangan tersebut.

Pertemuan para Diplomat dan Reaksi Pejabat AS

Duta besar negara-negara Eropa bertemu dengan duta besar Ukraina di Washington untuk membahas perkembangan terbaru, termasuk komunikasi antara Zelensky dan Vance, percakapan Presiden Trump dengan para pemimpin Eropa, serta situasi di lapangan.

Di Pentagon, Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll juga bertemu 31 duta besar Eropa untuk menjelaskan posisi dan langkah yang sedang ditempuh AS terkait inisiatif perdamaian. Menurut juru bicara militer Kolonel Dave Butler, pertemuan berlangsung positif dengan sesi tanya jawab setelah pernyataan pembuka.

Dalam wawancara radio, Presiden Trump menegaskan bahwa ia mengharapkan jawaban Zelensky tentang rencana 28 poin tersebut paling lambat pada Kamis bertepatan dengan Thanksgiving. Namun ia mengisyaratkan fleksibilitas terkait batas waktu itu.

"Saya punya banyak tenggat Waktu. Jika semua berjalan lancar, kita cenderung memperpanjang tenggat waktu," kata Trump. 

"Namun, Kamis adalah waktunya. Kami pikir waktu yang tepat," tambahnya.

Pada Jumat malam, Trump kembali menyinggung rencana tersebut di hadapan wartawan. Ia mengatakan bahwa Kyiv tetap harus menyetujuinya sebelum dapat dijalankan. 

"Pada titik tertentu dia harus menerima sesuatu," ujarnya mengenai Zelensky. "Dia harus menyukainya dan jika dia tidak menyukainya, mereka harus terus berjuang, saya rasa," lanjutnya.

Rencana 28 poin tersebut kabarnya mencakup tuntutan agar Ukraina menyerahkan sebagian besar wilayah timur, mengurangi kapasitas militernya, dan tidak bergabung dengan NATO. Ini poin yang sejalan dengan persyaratan yang sebelumnya diajukan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Respons dari Rusia dan Reaksi Internasional

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow belum membahas rencana AS tersebut secara substantif. Sementara itu, Putin mengonfirmasi bahwa Rusia telah menerima teks awal melalui saluran komunikasi dengan pemerintahan Trump.

"Saya yakin ini juga bisa menjadi dasar bagi penyelesaian damai final," kata Putin. "Namun, teks ini tidak dibahas dengan kami secara substantif. Pemerintah AS sejauh ini belum dapat memperoleh persetujuan dari pihak Ukraina. Ukraina menentangnya," lanjutnya.

Pejabat Eropa menyebut bahwa mereka mengetahui AS sedang merumuskan proposal tersebut, tetapi tidak dilibatkan dalam penyusunannya. Hingga Kamis belum mendapat penjelasan resmi tentang isinya.

Koordinasi Zelensky dengan Pemimpin Eropa

"Kami sedang mengerjakan dokumen yang disiapkan oleh pihak Amerika. Ini harus menjadi rencana yang menjamin perdamaian yang nyata dan bermartabat," kata Zelensky dalam unggahan di media sosial usai berbicara dengan Macron, Starmer, dan Merz.

Ia menegaskan bahwa prinsip utama Ukraina tetap tidak berubah yaitu perdamaian yang menghormati kedaulatan dan martabat rakyatnya. 

"Kami sepakat bahwa tim kami akan mengerjakan proposal-proposal ini untuk memastikan semuanya tulus," ujar Zelensky.

Ia juga menyatakan harapannya untuk segera berbicara langsung dengan Trump. "Kami sepenuhnya menyadari bahwa kekuatan dan dukungan Amerika Serikat dapat benar-benar mendekatkan perdamaian. Kami juga menyadari bahwa Rusia tidak memiliki keinginan nyata untuk perdamaian," tambahnya.

Pemerintah Jerman dalam pernyataannya mengatakan bahwa para pemimpin Eropa menyambut baik upaya Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Ukraina. Ia menekankan komitmen pada kedaulatan Ukraina dan kebutuhan jaminan keamanan jangka panjang.

Para pemimpin Eropa sepakat bahwa setiap rencana yang menyangkut UE atau NATO memerlukan persetujuan dari mitra Eropa atau konsensus di antara para sekutu. (CBS News/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya