Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Enam Poin Pertemuan Prabowo dan Putin di Rusia

Ferdian Ananda Majni
11/12/2025 14:19
Enam Poin Pertemuan Prabowo dan Putin di Rusia
Prabowo Subianto dan Vladimir Putin.(Sekretariat Presiden.)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menerima kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Moskow pada Rabu (10/12). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral, sejumlah proyek kerja sama strategis, serta perkembangan situasi internasional dan kawasan.

Kunjungan ini menandai lawatan kedua Prabowo ke Rusia dalam satu tahun terakhir. Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan undangan resmi kepada Putin untuk berkunjung ke Indonesia.

Berikut rangkuman pernyataan utama Putin saat bertemu Presiden Prabowo Subianto.

1. Bela Sungkawa soal Banjir Sumatra.

Putin menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra sejak akhir November. Peristiwa itu menyebabkan 900 lebih korban meninggal, 252 orang masih hilang, dan lebih dari 158 ribu rumah rusak.

"Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam atas banjir dan jatuhnya korban yang dialami rakyat dan negara Indonesia," katanya.

2. Perkuat Hubungan RI-Rusia.

Putin menegaskan hubungan Indonesia-Rusia terus menunjukkan perkembangan positif. Ia mengingat kembali pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan Prabowo, termasuk saat menghadiri peringatan 80 Tahun Berakhirnya Perang Dunia di Tiongkok serta kunjungan Presiden RI pada Juni lalu.

"Saya tegaskan Kembali bahwa hubungan kita berkembang secara stabil dan konsisten. Tahun ini kita memperingati 75 tahun menjalin hubungan diplomatik," kata Putin.

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama perdagangan dan ekonomi menunjukkan tren yang menggembirakan dengan pertumbuhan mencapai 17% dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

3. Tawari RI Ahli Nuklir.

Putin mengungkapkan bahwa Rusia dan Indonesia tengah menjajaki peluang kerja sama di sektor energi nuklir. Ia menilai prospek hubungan kedua negara di bidang tersebut sangat baik.

"Saya mengetahui bahwa Indonesia memiliki rencana di bidang ini. Bila Yang Mulia memandang perlu untuk melibatkan para pakar Rusia, kami selalu bersedia bekerja sama," tuturnya.

4. Kerja Sama Pertanian hingga Gandum.

Presiden Rusia juga menjelaskan banyak inisiatif di sektor pertanian yang saat ini dibicarakan kedua negara. Menurutnya, terdapat surplus perdagangan yang menguntungkan Indonesia.

"Kami tidak mempermasalahkan hal tersebut dan siap mencari cara untuk terus meningkatkan kerja sama di sektor ini," katanya.

Putin mencatat bahwa pasokan gandum Rusia ke Indonesia sedikit menurun. Namun hubungan kedua negara dalam kerja sama kemanusiaan dan sektor pariwisata terus memperlihatkan perkembangan. 

Dia menekankan peningkatan jumlah wisatawan kedua negara yang didukung penerbangan langsung dan fasilitas visa yang lebih mudah.

"Hal ini didukung oleh keberadaan penerbangan langsung serta kemudahan fasilitas visa," ujar Putin.

5. Kerja Sama Militer.

Putin menyebut hubungan Indonesia-Rusia di bidang militer dan teknis telah terjalin lama dan berjalan kuat. Kontak antarkementerian pertahanan kedua negara disebut berlangsung solid dan profesional.

"Para spesialis Indonesia secara rutin mengikuti pelatihan di lembaga pendidikan tinggi Rusia, termasuk akademi militer, dan kami siap memperluas kerja sama tersebut," katanya.

6. Sambut RI di BRICS.

Putin juga menyampaikan dukungan atas rencana keanggotaan penuh Indonesia di BRICS serta kemajuan pembahasan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

"Yang Mulia Bapak Presiden, saya telah menyampaikan cukup banyak hal yang memiliki arti penting bagi kedua negara kita. Kami sangat senang dapat menyambut Yang Mulia," pungkas Presiden Rusia itu mengakhiri pernyataannya. (CNN/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik