Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Presiden Prabowo Undang Putin Kunjungi Indonesia

M Ilham Ramadhan Avisena
10/12/2025 20:20
Presiden Prabowo Undang Putin Kunjungi Indonesia
Tangkapan Layar.(YouTube )

PRESIDEN Prabowo Subianto secara langsung mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengunjungi Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan Prabowo ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Putin di Moskow, Rusia, Rabu. 

"Apakah tahun 2026 atau 2027, tidak masalah. Kami berharap bisa datang ke Indonesia juga, jangan ke India saja," kata Prabowo sambil terkekeh yang disaksikan dari YouTube Sekretariat Presiden.

Undangan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral di Moskow yang juga membahas penguatan hubungan diplomatik, peningkatan nilai perdagangan bilateral sebesar 17%, serta potensi kerja sama strategis di sektor energi nuklir.

Pertemuan itu berlangsung dalam rangkaian kunjungan kerja Prabowo ke Rusia setelah sebelumnya berkunjung ke Pakistan. Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. 

Diketahui, ini merupakan kali kedua Presiden Prabowo bertemu Presiden Putin di Rusia pada tahun ini. Sebelumnya, Kepala Negara telah melakukan kunjungan kenegaraan ke St. Petersburg, Rusia, pada 18–20 Juni lalu.

Dalam sesi awal pembicaraan, tampak Prabowo duduk bersebelahan dengan Putin sambil berbincang di depan masing-masing delegasi. Prabowo menyampaikan, kedatangannya untuk berkonsultasi dan berterima kasih karena hubungan kedua negara berada di tingkat yang sangat baik. 

"Dalam beberapa bulan ini saya terima di Jakarta delegasi dari tokoh-tokoh Rusia, baik pemerintah dan pengusaha dan pembicaraan kami sangat produktif," tutur Prabowo. 

Sementara itu, Putin menyampaikan duka cita dan berbelasungkawa atas tragedi bencana Sumatra. Dia juga mengapresiasi kehadiran Prabowo dan delegasi pada Juni lalu di Saint Petersburg. 

"Hubungan ekonomi dan perdagangan kita berkembang selama 9 bulan pertama ini nilai perdagangan kita naik 17%. Ada banyak prospek dalam sektor energi, termasuk nuklir," kata Putin. 

Data Kementerian Luar Negeri Indonesia menunjukkan Rusia menjadi salah satu mitra utama dalam pengembangan teknologi serta industri pertahanan, termasuk melalui berbagai proyek lama seperti pengadaan alutsista dan program pelatihan militer.

Di sisi lain, nilai perdagangan Indonesia–Rusia pernah mengalami lonjakan sebelum pandemi. Kedua negara juga menegaskan tekad untuk kembali mendorong volume perdagangan ke level yang lebih tinggi. (Mir/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya