Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Sikapi Situasi Timur Tengah, Prabowo: Indonesia Tetap Non-blok

M Ilham Ramadhan Avisena
22/3/2026 14:50
Sikapi Situasi Timur Tengah, Prabowo: Indonesia Tetap Non-blok
Presiden Prabowo Subianto.(Antara Foto)

PRESIDEN Prabowo Subianto menilai kebijakan politik luar negeri Indonesia di kawasan Timur Tengah harus tetap berpegang pada prinsip nonblok di tengah konflik yang saling bertaut. Dalam situasi yang kompleks, ia menekankan kepentingan nasional sebagai pijakan utama.

"Kita realis saja, kita hadapi kenyataan, dan saya berpendapat bahwa, kita dalam hal ini, sudah dalam jalur yang benar," ujarnya saat berdiskusi dengan sejumlah tokoh disiarkan melalui kanal YouTube Prabowo Subianto, dikutip pada Minggu (22/3). 

Menurut Prabowo, pendekatan bebas aktif tetap relevan, terutama dalam menghadapi konflik yang melibatkan banyak negara dan kepentingan yang saling bertabrakan. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh terseret dalam konflik bersenjata mana pun.

"Bahwa kita mengutamakan, di ujungnya kepentingan nasional kita dan bahwa kita, kalau menurut saya sangat relevan. Kedepan pun, bahwa kita harus tetap non-align, tetap nonblok," kata dia. 

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk di tengah rivalitas kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Even terhadap rivalitas hegemoni, antara Amerika dan Tiongkok, kita tidak mau terlibat. Kita tidak mau, harus milih, yang satu melawan yang satu, tidak," jelasnya. 

Dalam pandangannya, kekuatan Indonesia justru terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai pihak.

Prabowo menilai konflik di Timur Tengah menunjukkan betapa rumitnya dinamika antarnegara, bahkan di antara negara-negara yang secara historis memiliki kedekatan.

Ia mencontohkan situasi di kawasan Teluk dan konflik seperti di Yaman, di mana negara-negara yang sama-sama tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam justru berada di pihak yang berseberangan.

Situasi tersebut, menurutnya, menjadi alasan mengapa Indonesia harus berhati-hati dalam mengambil posisi.

"Makanya yang paling benar, dengan segala hormat, ya kita hormati semua kekuatan. Dan kalau kita baik sama semua, kita mungkin bermanfaat," jelasnya. 

Ia juga melihat posisi Indonesia yang tetap diterima berbagai pihak bisa menjadi peluang untuk berperan lebih luas, meski tidak selalu mudah.

Prabowo menambahkan, pendekatan netral ini juga berdampak pada keamanan dan kepentingan praktis Indonesia, termasuk jalur perdagangan. "Kita alhamdulillah, kapal Indonesia lewat Yaman, masih aman," ungkapnya. 

Bagi Prabowo, prinsip non-blok yang diwariskan para pendiri bangsa tetap menjadi kompas utama dalam menghadapi dinamika geopolitik global, termasuk di kawasan Timur Tengah yang penuh ketegangan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik