Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Serangan Udara Israel Guncang Gaza, 21 Orang Tewas

Dhika Kusuma Winata
23/11/2025 14:36
Serangan Udara Israel Guncang Gaza, 21 Orang Tewas
Seorang warga Palestina memeriksa rumah-rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di permukiman Al-Zeitoun, timur Kota Gaza, 20 November 2025.(Xinhua)

BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 21 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat rangkaian serangan udara Israel pada Sabtu waktu setempat. Insiden itu terjadi saat Hamas dan Israel kembali saling menuduh melanggar gencatan senjata.

Militer Israel mengeklaim seorang bersenjata melintasi zona garis kuning dan melepaskan tembakan ke arah tentara. Insiden yang terjadi di jalur distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza selatan itu memicu serangan balasan.

"Sebanyak 21 syahid malam ini dalam lima serangan udara Israel yang terpisah. Ini pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata di Gaza," kata juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal.

Serangan pertama menyasar sebuah kendaraan di kawasan Al-Rimal, Gaza Barat, menewaskan lima orang. Tujuh orang jugq tewas dalam serangan ke sebuah rumah di Nuseirat, Gaza tengah. Empat orang lainnya tewas dalam serangan terhadap sebuah apartemen di Distrik Al-Nasr, Gaza Barat.

Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya mencatat sebanyak 312 warga tewas oleh tembakan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan.

Di Kota Deir el-Balah, satu rumah kembali menjadi sasaran serangan. Di Rumah Sakit Al-Aqsa, anak-anak dibawa dengan ambulans dan dipindahkan menggunakan tandu. Juru bicara Kementerian Kesehatan, Khalil al-Daqran, mengatakan lebih dari 20 korban luka masuk ke rumah sakit sebagian besar perempuan dan anak-anak.

“Di antara para korban, banyak luka berat di kepala dan dada,” ujarnya.

Dari Tel Aviv, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Hamas melanggar perjanjian gencatan senjata. 

“Hamas kembali melanggar gencatan senjata, mengirim seorang teroris ke wilayah yang dikuasai Israel untuk menyerang prajurit IDF,” demikian pernyataan resmi kantor Netanyahu.

Kementerian Luar Negeri Palestina di Tepi Barat mengecam serangan tersebut dan meminta komunitas internasional memberi tekanan segera terhadap Israel.

Sementara itu, Hamas menyatakan eskalasi serangan Israel sebagai upaya merusak gencatan senjata.

“Kami menyeru para mediator untuk segera campur tangan dan menekan agar pelanggaran ini dihentikan sekarang juga,” kata pernyataan Hamas.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menilai pelaksanaan gencatan senjata masih terkendala izin, persetujuan impor bantuan, dan terbatasnya titik penyeberangan yang beroperasi.

Meski gencatan senjata berlaku, frustrasi masih dirasakan warga Gaza karena bantuan masih sulit didapatkan. Di Khan Yunis, Jihad Abed Al-Aziz, 55, yang mengungsi ke Gaza selatan, mengaku kecewa saat mengantre makanan. 

“Gencatan senjata tidak ada gunanya. Tidak ada cukup makanan, bantuan, atau kebutuhan dasar. Kami kehilangan pekerjaan, rumah, dan seluruh hidup kami. Hidup ini tidak punya arti lagi," tuturnya. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik