Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA anak laki-laki Palestina terbaring bersebelahan di rumah sakit rehabilitasi medis al-Wafa di Jalur Gaza. Ibu mereka, Aya Abu Auda, berbicara kepada mereka dengan lembut, tetapi kedua anak itu tidak bereaksi.
Kedua bersaudara itu, Elias Abu al-Jibeen, 5, dan Ismail Abu al-Jibeen, 8, terluka akibat pengeboman Israel di kamp pengungsian mereka di lingkungan Tel al-Hawa, Kota Gaza, pada 31 Agustus.
Serangan itu membuat Elias tuli total dan Ismail kehilangan pendengaran yang parah.
Setahun sebelumnya, Abu Auda melarikan diri dari rumahnya di Gaza utara setelah rudal Israel meratakannya dan menewaskan suaminya.
"Saya pikir saya dan anak-anak saya telah melewati masa terburuk," katanya kepada Middle East Eye. "Saya tidak tahu rasa sakit itu akan terus menghantui kami bahkan setelah pengungsian."
Di dalam tenda darurat tempat ia tidur bersama anak-anaknya. Pecahan peluru merobek tubuh mereka.
Ismail kehilangan satu mata, gerakan di satu lengan dan kaki, dan sebagian besar pendengarannya.
Ibunya menyadari beberapa minggu kemudian bahwa ia tidak lagi merespons suaranya.
Tes pendengaran batang otak menunjukkan ia kehilangan 50% pendengaran di telinga kanannya dan 71% di telinga kirinya.
Kondisi Elias bahkan lebih parah.
"Elias koma selama 18 hari. Ketika ia bangun, ia tidak bisa mendengar, melihat, memahami, atau bergerak," katanya. Suaranya bergetar.
"Dokter menemukan nanah telah menumpuk di sekitar otaknya. Prosedur pembedahan mengangkatnya memungkinkannya untuk mendapatkan kembali kesadaran sensorik yang terbatas."
Elias sekarang hidup dengan kelumpuhan di satu sisi tubuhnya, gangguan bicara dan penglihatan yang parah, serts kehilangan pendengaran total di satu telinga. Telinganya yang lain membutuhkan perawatan yang saat ini tidak tersedia di Gaza karena blokade Israel dan penghancuran rumah sakit secara sistematis.
"Sering kali, ia berteriak. Saya mencoba menebak apa yang ia butuhkan, tetapi saya sering gagal," lanjut Abu Auda.
"Saya sudah mencari alat bantu dengar untuk kedua putra saya ke mana-mana, tetapi tidak ada yang tersedia."
Bahkan setelah perjanjian gencatan senjata bulan lalu, sistem layanan kesehatan di Gaza masih berada dalam krisis di bawah blokade Israel, dengan hanya sekitar 50% rumah sakit yang berfungsi sebagian, kekurangan obat-obatan dan peralatan yang kronis, dan 229 obat esensial sama sekali tidak tersedia, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Sanaa Bahr juga menderita gangguan pendengaran setelah terpapar serangan udara Israel dan kendaraan bermuatan bahan peledak selama pengungsian.
Ibu berusia 40 tahun itu mengatakan kepada MEE bahwa ia meninggalkan rumahnya pada November 2023 bersama saudara perempuannya dan mencari perlindungan di dekat rumah sakit al-Quds di barat daya Kota Gaza.
"Tiba-tiba, jet F-16 mengebom jalanan," kenangnya.
"Api merah memasuki ruangan. Suara itu merobek telinga saya dan mengambil sebagian pendengaran saya."
Ia mencari pengobatan, tetapi hampir semua spesialis audiologi telah mengungsi ke Gaza selatan dan sebagian besar klinik telah hancur.
"Saya mencoba untuk hidup dengan kenyataan ini," tambahnya. "Akan tetapi pengeboman itu tidak berhenti."
Beberapa bulan kemudian, ketika ia kembali ke daerah yang sama, kendaraan peledak meledak di dekatnya.
"Saya mendapati diri saya terlempar sejauh 3 meter. Pintu runtuh menimpa saya. Ledakan itu terasa seperti merobek telinga saya dari kepala saya," katanya.
Bahr sekarang hidup dengan rasa sakit yang hebat, telinga berdenging terus-menerus, dan tekanan psikologis yang mendalam.
"Putri-putri saya berbicara kepada saya dan saya tidak dapat mendengar mereka. Mereka harus duduk dekat dan meninggikan suara mereka," tambahnya.
Kendaraan bermuatan peledak adalah kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) yang dinonaktifkan serta diisi dengan bahan peledak dan dioperasikan dari jarak jauh oleh pasukan Israel.
Kendaraan-kendaraan ini dikendarai ke daerah perkotaan yang padat penduduk sebelum diledakkan, menghasilkan ledakan yang cukup kuat untuk menghancurkan sekitar 20 rumah sekaligus dan menyebabkan korban sipil yang parah.
Di Gaza, mereka umumnya disebut sebagai robot jebakan. Militer Israel menyebut mereka APC bunuh diri.
Yusra Basil, spesialis audiologi di Kementerian Kesehatan, mengonfirmasi bahwa pengeboman hebat selama berbulan-bulan, terutama dari rudal F-16 dan kendaraan peledak, menyebabkan kerusakan pendengaran yang masif di seluruh populasi.
"Ledakan-ledakan ini menghancurkan sel-sel saraf dan saraf pendengaran dalam banyak kasus," ujar Basil kepada MEE.
"Pada kasus lain, ledakan tersebut merobek gendang telinga atau merusak tulang telinga tengah yang menyebabkan kehilangan pendengaran sebagian atau total disertai tinitus yang terus-menerus."
Basil memperkirakan bahwa empat dari setiap 10 cedera selama dua tahun genosida Israel melibatkan beberapa bentuk gangguan pendengaran.
Israel menewaskan sekitar 70.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 170.000 orang dalam dua tahun.
Penghancuran pusat rehabilitasi oleh Israel dan pemindahan atau pembunuhan staf terlatih telah menyebabkan kekurangan peralatan medis dan audiologi yang parah, jelas Basil.
"Gaza kekurangan semua perawatan pilihan untuk gangguan pendengaran berat, termasuk implan koklea, alat bantu dengar, baterai khusus, dan perangkat medis untuk rehabilitasi pendengaran. Semua diblokade untuk memasuki Jalur Gaza karena penutupan perbatasan oleh Israel," ujarnya.
Survei lapangan yang mencakup periode perang Israel dari 2023 hingga 2025 oleh Atfaluna Society for Deaf Children menemukan bahwa 35.000 anak-anak dan orang dewasa kehilangan pendengaran sementara, sebagian, atau permanen sebagai akibat langsung dari ledakan yang disebabkan oleh serangan F-16 Israel dan kendaraan peledak.
"Angka tersebut tiga kali lebih tinggi daripada tingkat sebelum perang," ujar Fadi Abed, direktur Atfaluna Society, kepada MEE.
"Tanpa perawatan segera, banyak kasus gangguan pendengaran sebagian atau sementara dapat menjadi permanen, terutama karena tempat penampungan pengungsi yang penuh sesak, kurangnya layanan kesehatan primer, gizi buruk, dan infeksi yang meluas--termasuk infeksi telinga tengah--memperburuk masalah pendengaran, terutama di antara anak-anak."
Bayi dan balita di bawah usia dua tahun berada pada risiko tertinggi, diikuti anak-anak di bawah usia 12 tahun.
Pendengaran pada usia tersebut sangat penting untuk perkembangan bicara dan bahasa. Kehilangannya akan menciptakan hambatan seumur hidup terhadap komunikasi dan perkembangan.
Blokade dan penghancuran Israel terhadap lembaga-lembaga yang melayani penyandang disabilitas pendengaran semakin memperdalam krisis.
Atfaluna sendiri hancur. Sekitar 83% penyandang disabilitas di Gaza kehilangan akses ke alat bantu mobilitas dan pendengaran penting, termasuk kursi roda, kruk, dan alat bantu dengar.
"Mereka tidak dapat lagi mengakses dukungan psikososial, pendidikan, atau layanan dasar apa pun," jelas Abed.
Organisasinya telah berupaya, sejak awal perang, untuk mengamankan peralatan pendengaran dari badan-badan internasional.
"Namun, Israel memblokade hampir semua, hanya mengizinkan dalam jumlah yang sangat sedikit." (I-2)
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Citra satelit ungkap militer Israel buldoser Pemakaman Perang Gaza. Makam tentara Sekutu PD I & II hancur, memicu kecaman atas penodaan situs bersejarah militer.
Mu’ti menuturkan, pertemuan berlangsung kondusif dan terbuka, tanpa perdebatan tajam antarormas.
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah pemerintah masuk dan mengambil peran dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Jalur Gaza.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
Smotrich ungkap ultimatum BoP untuk Hamas. Indonesia evaluasi peran di BoP demi tetap bebas aktif dan kawal kemerdekaan Palestina di tengah skeptisisme global.
SEKRETARIS Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel ke tenda pengungsian di selatan Jalur Gaza yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved