Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

AS Jadi Penerima Terbesar Pinjaman Tiongkok

Ferdian Ananda Majni
20/11/2025 11:57
AS Jadi Penerima Terbesar Pinjaman Tiongkok
Ed JONES / AFP(Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) and Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan))

AMERIKA Serikat (AS) muncul sebagai penerima terbesar  kredit resmi atau utang dari Tiongkok di seluruh dunia, demikian menurut sebuah studi baru yang menelusuri arus pembiayaan Beijing. 

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Tiongkok kini lebih banyak menyalurkan pinjaman ke negara-negara berpendapatan tinggi, menandai pergeseran dari pola sebelumnya yang berfokus pada ekonomi berkembang.

Laporan yang dirilis pada Selasa (18/11) oleh laboratorium riset di William & Mary, AidData bahwa AS mencatat bahwa pinjaman dan hibah Tiongkok mencapai total US$2,2 triliun untuk 200 negara antara tahun 2000 hingga 2023.

Tiongkok selama bertahun-tahun dipandang sebagai kreditor utama bagi negara-negara berkembang melalui inisiatif Sabuk dan Jalan. Namun, pola itu berubah, pemberi pinjaman Beijing kini semakin mengarahkan pembiayaan ke negara-negara maju, terutama untuk proyek infrastruktur strategis, rantai pasokan teknologi tinggi dan sektor prioritas seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, serta energi bersih.

AidData menyebutkan bahwa ukuran portofolio kredit Tiongkok ternyata dua hingga empat kali lebih besar dari perkiraan sebelumnya, menjadikan Beijing sebagai kreditor resmi terbesar di dunia. Lebih dari tiga perempat proyek luar negeri Tiongkok kini mengalir ke negara-negara berpenghasilan menengah atas dan berpenghasilan tinggi.

Penulis utama laporan, Brad Parks, mengatakan bahwa sebagian besar pinjaman kepada negara-negara kaya difokuskan pada infrastruktur penting, mineral penting dan akuisisi aset berteknologi tinggi seperti perusahaan semikonduktor.

AS Terima Lebih dari US$200 Miliar

Dalam temuan yang paling menonjol, laporan tersebut menyebut AS sebagai penerima terbesar kredit resmi Tiongkok. Totalnya lebih dari US$200 miliar untuk hampir 2.500 proyek dan kegiatan, menjangkau berbagai sektor.

Perusahaan-perusahaan milik negara Tiongkok mencatat aktivitas yang luas, termasuk pendanaan fasilitas LNG di Texas dan Louisiana, pusat data di Virginia Utara, pengembangan terminal bandara di JFK dan Los Angeles, serta dukungan terhadap proyek energi besar seperti pipa gas Matterhorn Express dan pipa minyak Dakota Access.

Beijing juga terlibat dalam pembiayaan akuisisi perusahaan teknologi tinggi, sementara bank-bank milik negara Tiongkok menyediakan fasilitas kredit bagi sejumlah perusahaan Fortune 500, termasuk Amazon, AT&T, Verizon, Tesla, General Motors, Ford, Boeing, dan Disney.

Pembiayaan ke Global South

Sementara itu, porsi pinjaman untuk negara-negara berpendapatan rendah dan menengah bawah turun drastis menjadi 12% pada 2023, dari 88% pada 2000. Tiongkok juga mengurangi dukungan untuk proyek infrastruktur di negara-negara Global South di bawah payung Inisiatif Sabuk dan Jalan.

Pada saat yang sama, pembiayaan untuk negara berpendapatan menengah dan tinggi meningkat menjadi 76% pada 2023, naik tajam dari 24% pada 2000. Inggris tercatat menerima sekitar US$60 miliar, sementara Uni Eropa memperoleh US$161 miliar. (NBC News/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik