Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Transformasi Finansial Manchester United: Profit Operasional Naik di Tengah Beban Utang yang Menjulang

Basuki Eka Purnama
26/2/2026 11:33
Transformasi Finansial Manchester United: Profit Operasional Naik di Tengah Beban Utang yang Menjulang
Logo Manchester United(AFP/Oli SCARFF)

MANCHESTER United mulai merasakan dampak positif dari perombakan operasional di luar lapangan. 

Berdasarkan laporan keuangan untuk enam bulan yang berakhir pada 31 Desember 2025, klub mencatatkan laba operasional sebesar £32,6 juta. 

Angka ini merupakan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana klub sempat menderita kerugian sebesar £3,9 juta.

Kepala eksekutif Manchester United, Omar Berrada, menegaskan bahwa perubahan strategi yang diterapkan mulai membuahkan hasil. 

"Kami sekarang melihat dampak finansial positif dari transformasi luar lapangan kami, baik dari sisi biaya maupun profitabilitas," ujar Berrada.

Keberhasilan membalikkan kerugian menjadi laba ini tidak terlepas dari kebijakan efisiensi ketat yang dijalankan di bawah arahan Sir Jim Ratcliffe sejak dua tahun lalu. 

Sejumlah langkah penghematan telah dilakukan, termasuk pemangkasan sekitar 450 posisi pekerjaan serta penghapusan beberapa fasilitas karyawan. 

Kebijakan ini berdampak langsung pada beban gaji klub yang turun 9% menjadi £75,1 juta. Sebaliknya, pendapatan komersial tercatat mengalami penurunan sebesar 8% menjadi £78,5 juta pada periode tersebut.

Namun, di balik perbaikan profitabilitas operasional, tantangan finansial jangka panjang Manchester United masih sangat besar. 

Total utang Setan Merah kini mencapai angka fantastis, yakni £1,29 miliar. Utang tersebut terdiri dari sisa utang warisan era pengambilalihan keluarga Glazer, liabilitas transfer sebesar lebih dari £500 juta, serta tambahan sebesar £25 juta pada fasilitas kredit bergulir yang kini menyentuh angka £295,7 juta.

Di sisi lain, klub juga harus mulai memikirkan pendanaan untuk proyek pembangunan stadion baru yang diproyeksikan menelan biaya lebih dari £2 miliar. 

Meski beban biaya keuangan bersih turun menjadi £13,9 juta dari sebelumnya £37,6 juta, manajemen masih dituntut untuk terus menjaga performa bisnis agar tetap stabil, terutama dengan target utama untuk kembali berkompetisi di Liga Champions.

Bagi pihak klub, disiplin finansial ini dianggap sebagai kunci untuk mendukung strategi jangka panjang. 

"Kami terus mengambil pendekatan yang mengutamakan sepak bola, dan hasil hari ini menunjukkan kekuatan mendasar dari bisnis kami saat kami terus berupaya mencapai hasil sepak bola terbaik bagi tim pria dan wanita kami," tambah Berrada.

Di tengah situasi ini, klub juga masih menatap masa depan skuad, termasuk manajemen pemain seperti Marcus Rashford yang saat ini tengah menjalani masa pinjaman di Barcelona. 

Keputusan-keputusan terkait personel tim utama, ditambah dengan transisi pascakepemimpinan pelatih Ruben Amorim, akan menjadi bagian dari tantangan yang harus diselesaikan manajemen untuk memastikan efisiensi finansial sejalan dengan target prestasi di lapangan. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya