Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Moody's Turunkan Outlook, Purbaya: Tidak Ada Alasan Takut soal Utang

Insi Nantika Jelita
06/2/2026 14:07
Moody's Turunkan Outlook, Purbaya: Tidak Ada Alasan Takut soal Utang
Lanskap Kota Jakarta dengan gedung pencakar langit dan permukiman penduduk, beberapa waktu lalu.(MI/Usman Iskandar)

MOODY'S Investors Service menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, tetapi tetap mempertahankan peringkat kredit di level Baa2. Menanggapi keputusan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada alasan untuk khawatir, khususnya terkait kemampuan pembayaran utang negara. 

Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Kemampuan dan komitmen pemerintah dalam memenuhi kewajiban utang tetap terjaga.

Penilaian Moody's berfokus pada dua aspek utama, yakni kemampuan membayar utang (ability to pay) dan kemauan membayar utang (willingness to pay). Kemampuan membayar utang dinilai dari pertumbuhan ekonomi, penerimaan negara, defisit, dan rasio utang. 

Sementara itu, kemauan membayar utang dilihat dari kebijakan pemerintah serta disiplin fiskal yang dijalankan. Oleh karena itu, Purbaya menilai hal tersebut tidak menjadi persoalan besar.

Berdasarkan laporan Juli 2025, utang pemerintah yang jatuh tempo pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp833,96 triliun, meningkat dari sekitar Rp800 triliun pada 2025. Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah tidak menghadapi kendala dalam memenuhi kewajiban tersebut.

"Enggak ada alasan ketakutan kita enggak bisa bayar atau kita enggak mau bayar utang," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2).

Menkeu mengeklaim kondisi ekonomi nasional menunjukkan perbaikan dan berbalik arah lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Ke depan, ia optimistis Moody's akan melihat perkembangan ekonomi Indonesia secara lebih objektif. Ini seiring kondisi ekonomi national yang akan terus membaik.

"Ya, biar saja seperti itu (penilaian Moody's). Yang penting ekonomi kita sudah berbalik arah, lebih cepat daripada sebelumnya," sesumbarnya.

"Ke depan akan membaik juga, lebih bagus lagi saya pikir, pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat. Nanti saya pikir pelan-pelan Moody's akan melihat apa yang terjadi di sini dengan lebih fair," sambungnya.

Meski terdapat sejumlah program yang masih diragukan oleh penilaian Moody's, Menkeu meyakini perekonomian Indonesia tetap akan tumbuh lebih baik. Menurut menkeu, kekhawatiran berlebihan hanya muncul bagi pihak-pihak yang bersikap terlalu takut.

Sorotan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu bagian dari penilaian Moody's mengenai konsistensi kebijakan dalam setahun terakhir

Purbaya melanjutkan, selama fondasi ekonomi Indonesia terus membaik, arah perbaikan tersebut akan terlihat jelas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,11% sepanjang 2025, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang hanya 5,03%. Dari sisi fiskal, defisit juga masih terkendali dan relatif lebih baik.

"Walaupun ada program yang mereka ragukan, ekonomi akan tumbuh lebih cepat. Pelan-pelan nanti keraguannya akan hilang lagi," katanya.

"Jadi, tidak perlu khawatir. Kalau orang yang penakut ya akan takut," tegasnya.

Ia menilai kondisi ekonomi Indonesia dibandingkan banyak negara lain masih relatif lebih baik, sehingga alasan penurunan outlook dinilai tidak terlalu kuat.

Bahkan, Menkeu menilai ke depan terdapat peluang peningkatan peringkat kredit, kemungkinan setelah akhir tahun, apabila pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6% atau lebih. "Jadi, saya akan fokus memperbaiki fundamental ekonomi saja," tegas bendahara negara. 

Ia juga memastikan pemerintah akan menjaga agar perekonomian bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Program MBG diharapkan akan berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien. 

Menkeu juga menekankan pentingnya mencegah pemborosan anggaran yang tidak terkontrol, termasuk dalam belanja kementerian dan lembaga, sebagaimana menjadi perhatian DPR.

"Ya, pasti kita akan memastikan ekonomi berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Program MBG kita pastikan berjalan tempat sasaran, efektif dan efisien. Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin mudah juga khawatir di situ," pungkasnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya