Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Rupiah Diyakini Bisa Kembali ke Rp15.000, Purbaya: Fundamental RI Kuat

 Gana Buana
03/2/2026 22:01
Rupiah Diyakini Bisa Kembali ke Rp15.000, Purbaya: Fundamental RI Kuat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi menguat.(Antara)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa Bank Indonesia memiliki ruang yang cukup besar untuk membawa nilai tukar rupiah menguat hingga menyentuh level Rp15.000 per dolar AS.

“Kalau rupiah bergerak ke kisaran Rp15.000 per dolar AS, menurut saya itu bukan sesuatu yang sulit. Saya memang tidak berbicara atas nama bank sentral, tetapi jika saya berada di posisi mereka, level itu masih sangat mungkin dicapai,” ujar Purbaya dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa.

Ia menilai penguatan rupiah dapat terjadi apabila perbaikan fundamental ekonomi dipercepat, sehingga pertumbuhan nasional mampu menembus angka yang lebih tinggi.

Menurutnya, ekonomi yang tumbuh kuat akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pada akhirnya menciptakan daya tarik alami bagi masuknya modal asing.

“Investor global tentu ingin mengambil bagian dari keuntungan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketika investasi asing langsung masuk, rupiah akan ikut terdorong menguat,” katanya.

Purbaya menegaskan, nilai tukar rupiah saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi domestik.

Pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, rupiah tercatat menguat 44 poin atau 0,26 persen menjadi Rp16.754 per dolar AS, dibanding posisi sebelumnya Rp16.798 per dolar AS.

Ia juga meragukan bahwa pelemahan rupiah saat ini akan berkembang menjadi krisis seperti yang terjadi pada 1997–1998.

Menurutnya, koordinasi otoritas moneter dan fiskal saat ini jauh lebih solid dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Selain peran utama Bank Indonesia, pengawasan turut diperkuat melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang melibatkan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sebagai Ketua KSSK, Purbaya mengatakan pihaknya siap menggelar rapat untuk mengantisipasi dampak apabila penguatan dolar AS kembali menekan rupiah.

Namun ia menilai kondisi saat ini masih berada dalam batas yang terkendali dan belum mengarah pada gangguan ekonomi serius.

“Kami dan bank sentral terus berupaya menjaga rupiah tetap di bawah Rp17.000. Level idealnya sejalan dengan asumsi APBN, yakni sekitar Rp16.500 per dolar AS,” jelasnya.

“Saya percaya bank sentral memiliki kapasitas untuk mengendalikan itu,” tutup Purbaya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya