Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Purbaya: Rupiah Menguat bukan Semata-mata karena Thomas Djiwandono

Insi Nantika Jelita
27/1/2026 10:41
Purbaya: Rupiah Menguat bukan Semata-mata karena Thomas Djiwandono
Ilustrasi(Antara)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penguatan nilai tukar rupiah tidak semata-mata dipicu oleh penunjukan Thomas Aquinas Muliatna (AM) Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurut Purbaya, pergerakan positif di pasar keuangan lebih mencerminkan langkah Bank Indonesia yang semakin solid dalam mengelola kebijakan moneter. 

“Bukan karena Pak Thomas saja. Bank sentral sudah bekerja lebih baik dari yang sebelumnya saya perkirakan,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1).

Pada perdagangan Selasa pagi (27/1), nilai tukar rupiah menguat tipis 0,05% ke posisi Rp16.791 per dolar AS.

Purbaya menambahkan, pemerintah sepenuhnya mempercayakan pengelolaan stabilitas nilai tukar kepada Bank Indonesia. Dalam waktu singkat, kebijakan yang ditempuh BI dinilai mampu mendorong penguatan rupiah. Selain itu, kondisi global juga turut mendukung, seiring kecenderungan pelemahan dolar AS dan penguatan yen Jepang yang biasanya berdampak pada pergerakan mata uang lainnya dalam jangka menengah hingga panjang.

“Kalau kita cermat, seharusnya rupiah relatif mudah untuk diperkuat lebih jauh dari level sekarang,” ujarnya.

Dari sisi fiskal, Purbaya menegaskan tugas Kementerian Keuangan adalah memastikan program-program ekonomi berjalan dengan baik sehingga fondasi ekonomi terus membaik. Dengan fundamental yang kuat, investor diyakini akan semakin percaya dan masuk ke pasar domestik, yang pada akhirnya turut mendorong penguatan rupiah secara signifikan.

“Saya melihat arahnya ke sana. Perbaikan ekonomi kita bukan hanya di atas kertas, tapi akan kita betul-betul perbaiki," pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya