Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat setelah hampir menyentuh level psikologis Rp17.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan, Senin (19/1), rupiah bertengger di posisi Rp16.955 per dolar AS.
Purbaya menekankan bahwa pergerakan nilai tukar sangat bergantung pada fundamental ekonomi negara. Ia menunjuk kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru mencetak rekor All Time High (ATH) di level 9.133,87 sebagai indikator positif mengalirnya modal asing.
“IHSG All Time High, kan? Kalau indeks naik, pasti ada aliran asing masuk ke situ juga. Nggak mungkin masuk sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu. Jadi, ini tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat, karena suplai dolar akan bertambah,” jelas Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menepis anggapan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh wacana penunjukan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menjamin integritas dan independensi bank sentral tetap terjaga.
“Orang berspekulasi ketika Thomas ke sana, independensi BI hilang. Saya pikir enggak akan begitu,” tegasnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga fondasi ekonomi dan mengakselerasi pertumbuhan demi menjaga stabilitas nilai tukar. Berdasarkan data pasar, rupiah melemah 68 poin atau 0,40 persen dari posisi sebelumnya Rp16.887 per dolar AS.
Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai Bank Indonesia (BI) perlu memperkuat pengelolaan pasokan valuta asing (valas) di pasar valas domestik. Tujuannya merespons pelemahan nilai tukar rupiah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Ia mengatakan pelemahan rupiah merupakan dampak ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan dolar di dalam negeri. (Ant/H-4)
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.
Di tengah ketidakpastian pasar, berikut rekomendasi saham sektor energi dan emas yang menarik untuk dicermati hari ini. Peluang investasi di tengah volatilitas.
IHSG tertekan tajam 2,65% pada 2 Maret 2026 akibat eskalasi konflik AS-Iran yang memicu lonjakan harga minyak dan emas.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
NILAI tukar rupiah ditutup melemah 81 poin atau 0,48 persen menjadi Rp16.868 per dolar AS, Senin (2/3). pelemahan rupiah dipicu perang di Timur Tengah.
Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau dinamika pasar keuangan secara cermat dan merespons secara tepat guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah konflik Timur Tengah.
Mata uang rupiah ditutup melemah ke 16.787 per dolar AS (27/2). Ketegangan Iran-AS dan tarif panel surya 104% jadi pemicu utama. Simak ulasan lengkapnya.
Kurs Rupiah hari ini menguat ke Rp16.759 per dolar AS. Simak analisis pemicu penguatan dari sisi minat obligasi pemerintah dan dampak kebijakan tarif AS.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.829 per dolar AS pada 24 Februari 2026. Simak analisis penyebab tekanan eksternal dan proyeksi suku bunga The Fed di sini.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved