Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Segera Menguat

Media Indonesia
20/1/2026 19:11
Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Segera Menguat
Ilustrasi.(Antara Foto)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat setelah hampir menyentuh level psikologis Rp17.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan, Senin (19/1), rupiah bertengger di posisi Rp16.955 per dolar AS.

Purbaya menekankan bahwa pergerakan nilai tukar sangat bergantung pada fundamental ekonomi negara. Ia menunjuk kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru mencetak rekor All Time High (ATH) di level 9.133,87 sebagai indikator positif mengalirnya modal asing.

“IHSG All Time High, kan? Kalau indeks naik, pasti ada aliran asing masuk ke situ juga. Nggak mungkin masuk sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu. Jadi, ini tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat, karena suplai dolar akan bertambah,” jelas Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menepis anggapan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh wacana penunjukan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menjamin integritas dan independensi bank sentral tetap terjaga.

“Orang berspekulasi ketika Thomas ke sana, independensi BI hilang. Saya pikir enggak akan begitu,” tegasnya.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga fondasi ekonomi dan mengakselerasi pertumbuhan demi menjaga stabilitas nilai tukar. Berdasarkan data pasar, rupiah melemah 68 poin atau 0,40 persen dari posisi sebelumnya Rp16.887 per dolar AS.

  Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai Bank Indonesia (BI) perlu memperkuat pengelolaan pasokan valuta asing (valas) di pasar valas domestik. Tujuannya merespons pelemahan nilai tukar rupiah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS.

Ia mengatakan pelemahan rupiah merupakan dampak  ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan dolar di dalam negeri. (Ant/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya