Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki amunisi fiskal yang kuat untuk menjaga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak naik hingga akhir tahun 2026. Jaminan ini muncul di tengah kekhawatiran global menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia yang telah menembus angka US$100 per barel.
Purbaya menyatakan, hingga saat ini pemerintah sama sekali belum memiliki rencana atau hitungan untuk menyesuaikan harga BBM. Ia meyakinkan bahwa kondisi kas negara dalam posisi yang aman untuk menanggung beban subsidi pada level harga saat ini.
“Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang,” ujar Purbaya diansir dari Antara, Selasa (17/3).
Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS ini menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus menjalankan fungsinya sebagai peredam guncangan (shock absorber). Hal ini krusial untuk melindungi daya beli masyarakat dari dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok energi.
“Fungsi anggaran meng-absorb shock dari luar. Sampai sekarang yang absorb adalah APBN pemerintah,” imbuhnya.
Purbaya juga melontarkan pernyataan berani terkait ketahanan fiskal Indonesia. Ia menyebut, selama Presiden menghendaki, harga BBM bisa dipertahankan hingga Desember 2026. Ia bahkan menyentil pihak-pihak yang meragukan kemampuan keuangan negara.
“Kalau segini saja mah, kalau Presiden mau sih sampai akhir tahun juga bisa. Jadi saya punya uang cukup banyak yang masih bisa dipakai. Yang pengamat-pengamat itu, nggak tahu uangnya di mana,” tegas Menkeu.
Meski pemerintah optimis, PT Pertamina (Persero) melaporkan situasi di pasar internasional sedang tidak menentu. Harga minyak dunia telah melonjak melampaui US$100 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut dipicu oleh gangguan pasokan dan distribusi energi global. Saat ini, Pertamina fokus melakukan pemantauan ketat terhadap dinamika pasar.
“Pertamina terus memonitor dinamika harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran 100 dolar AS per barel,” kata Baron. Ia menambahkan bahwa pihak otoritas energi nasional terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah untuk menentukan langkah strategis dalam merespons lonjakan harga tersebut. (Z-10)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa deteksi 10 perusahaan lakukan underinvoicing. Kebocoran penerimaan negara segera ditutup demi target fiskal 2026.
Purbaya juga melihat saat ini belum ada urgensi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk melebarkan defisit APBN.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pastikan restrukturisasi utang Whoosh rampung. Keputusan final kini ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Cek selengkapnya!
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui wacana pelebaran defisit APBN atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui perihal wacana pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Beniyanto menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang baik dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan belum ada rencana menaikkan harga BBM bersubdisi meskipun harga minyak dunia saat ini melambung
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus level di atas US$100 per barel.
Pemerintah perlu mempertimbangkan skema penyesuaian bertahap harga bahan bakar minyak (BBM) untuk meredam tekanan dari lonjakan harga minyak dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved