Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan berbagai produk makanan, termasuk kopi, pisang, dan daging sapi, untuk lolos dari aturan tarif yang sangat tinggi.
Langkah itu diambil di tengah tekanan yang semakin besar akibat kenaikan harga. Sebelumnya, Trump meremehkan kekhawatiran tentang biaya hidup, namun ia kini berfokus pada isu tersebut sejak kinerja Partai Republik yang buruk dalam pemilihan umum pekan lalu.
Puluhan produk yang masuk dalam daftar pengecualian Gedung Putih berkisar dari alpukat dan tomat hingga kelapa dan mangga.
Barang-barang tersebut, menurut pemerintahan Trump, Jumat (14/11), tidak dapat diproduksi dalam jumlah yang memadai di dalam negeri.
Trump telah lama menyatakan bahwa tarifnya—saat ini merupakan tarif dasar 10% untuk impor dari semua negara, dengan pungutan tambahan pada banyak mitra dagang—tidak akan menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen AS. Ia juga mengatakan keterjangkauan adalah "kata baru" dan "tipuan" dari Partai Demokrat.
Namun, pengecualian terbaru ini menandakan pembalikan, karena pemerintahan Trump berupaya menurunkan harga dengan mengurangi pungutan pada beberapa bahan pangan pokok.
Para ekonom telah memperingatkan bahwa perusahaan akan membebankan biaya tarif kepada pelanggan mereka dalam bentuk harga yang lebih tinggi.
Meskipun inflasi tetap lebih rendah daripada yang diperkirakan banyak analis pada September, sebagian besar barang yang terlacak dalam laporan inflasi Departemen Tenaga Kerja menunjukkan kenaikan harga, dengan bahan makanan naik 2,7% dari tahun lalu.
Pembebasan tarif baru pemerintahan Trump untuk produk makanan berlaku surut mulai tengah malam pada Kamis (13/11), menurut Gedung Putih.
Dalam langkah lain untuk mengatasi kekhawatiran konsumen tentang harga bahan makanan, pemerintahan Trump mengatakan pajak impor kopi dan pisang akan diturunkan sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan dengan empat negara Amerika Latin.
Minggu ini, Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent sama-sama berjanji untuk menurunkan harga kopi, yang telah melonjak sekitar 20% di AS tahun ini. (bbc/Z-1)
KETEGANGAN antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah militer di bawah perintah Donald Trump menyerang Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak Iran. Iran memperingatkan balik
Pulau Kharg adalah tulang punggung ekonomi Iran yang menangani 90% ekspor minyak. Simak peran strategisnya di tengah ancaman serangan militer AS oleh Donald Trump
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militer AS telah melancarkan serangan udara besar terhadap sejumlah target di Pulau Kharg selaku pusat utama ekspor minyak mentah Iran
Kanselir Jerman Friedrich Merz dan pemimpin NATO desak Donald Trump batalkan penangguhan sanksi minyak Rusia demi menjaga tekanan internasional terhadap Kremlin.
Benarkah Benjamin Netanyahu meninggal dan digantikan video AI? Simak fakta di balik klaim 'enam jari' dan spekulasi keterlibatan Donald Trump di sini.
Pendiri FPCI Dino Patti Djalal desak Presiden AS Donald Trump hentikan serangan ke Iran, stop manipulasi Netanyahu, dan fokus pada kemerdekaan Palestina.
Di ruang Business Summit US-ABC, 11 nota kesepahaman ditandatangani dengan nilai mencapai US$38,4 miliar.
MAHKAMAH Agung Amerika Serikat lewat putusannya membatalkan sejumlah kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Trump menyebut ada kemungkinan pengaruh asing
Donald Trump menegaskan bahwa posisi Greenland sangat krusial untuk melindungi AS dari potensi serangan Rusia atau Tiongkok.
Donald Trump pada Senin (12/1) mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25% terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.
Pemprov DKI Jakarta berencana menempuh jalur penambahan melalui APBD Perubahan yang akan dibahas pada pertengahan tahun mendatang.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved