Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
Ia menilai destinasi wisata edukatif untuk pelajar harus bertarif murah atau wajar, dalam arti terjangkau oleh masyarakat, termasuk orangtua pelajar yang penghasilannya rendah.
"Jika dinaikkan, tandanya pemerintah tidak memiliki itikad untuk mendukung program pendidikan. Pemerintah justru cenderung berpihak pada pengusaha wisata jika destinasi milik swasta atau memeras rakyat jika destinasi wisata dikelola pemerintah," kata Acep saat dihubungi, Minggu (4/1).
Dengan kenaikan tarif tersebut ia menilai rekreasi edukatif bisa berubah menjadi de-kreasi, karena siswa bukan mendapat penyegaran kembali kreativitas (rekreasi) pada masa libur, tetapi justru mengalami pengrusakan (de-kreasi) karena orangtua harus menambah pengeluarannya yang akan berakibat kepada ekonomi keluarga.
"Ketimbang tarif dinaikkan, seharusnya digratiskan dan sediakan fasilitas pendidikan rekreatif yang lengkap dan fungsional," ungkapnya.
Destinasi wisata bernilai edukasi idealnya dibuat sebagai wahana agar pelajar bergembira untuk belajar.
"Di samping itu, juga harus terjangkau dan mudah diakses. Jadikan destinasi wisata pendidikan sebagai wahana untuk menyuburkan tumbuhnya budaya belajar, baik bagi siswa maupun guru," pungkasnya. (Iam/M-3)
Target ini disertai dengan fokus pada kualitas kunjungan, melalui penguatan kurasi pameran, program edukasi, serta peningkatan kenyamanan pengunjung.
MNI tengah menyiapkan alih fungsi auditorium pada basement gedung jadi masjid. Fasilitas ibadah itu ditargetkan dapat digunakan pada akhir Januari 2026.
Dengan kenaikan tarif, rekreasi edukatif justru menjadi pengrusakan (de-kreasi) karena orangtua harus menambah biaya.
Saat harga tiket masuk ke museum murah saja, faktanya minat publik untuk wisata edukasi masih rendah.
Gol A Gong menilai kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
Ditjen Polpum Kemendagri menggandeng sekolah di Kota Cirebon untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan mencegah ekstremisme berbasis kekerasan di kalangan pelajar.
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) menggelar kegiatan Ramadan Youth Camp 2026 di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau peta sebaran kualitas tanah, mendapatkan rekomendasi perbaikan lahan, serta meninjau perubahan kesehatan tanah secara berkala.
AYIMUN Kelapa Gading Chapter mencatat antusiasme tinggi dari pelajar berbagai daerah. Dari 231 siswa yang mendaftar, sebanyak 158 siswa terpilih sebagai official delegates.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar usia 15-17 tahun, yang masih berada di bawah angka nasional.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved