Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Penyesuaian Harga Tiket Museum Nasional Indonesia untuk Peningkatan Kualitas Layanan

Despian Nurhidayat
08/1/2026 13:05
Penyesuaian Harga Tiket Museum Nasional Indonesia untuk Peningkatan Kualitas Layanan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENYESUAIAN harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia (MNI) dilakukan seiring dengan peningkatan layanan, pembaruan infrastruktur, serta pengembangan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman dan modern bagi masyarakat.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Esti Nurjadin, menjelaskan kebijakan penyesuaian harga tiket sebenarnya direncanakan sejak Agustus 2025. Namun, penerapannya baru dilakukan usai sejumlah fasilitas pendukung rampung.

“Kami tunda sampai fasilitas yang kami punya sudah beres, karena sebelumnya masih dalam proses. Sistem BLU (badan layanan umum) itu kan public service dengan business mindset, jadi layanan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Esti, Rabu (7/1).

Ia menyatakan sejumlah pembaruan fasilitas antara lain pemindahan pintu masuk dan loket tiket dari Gedung A ke Majapahit Hall yang memiliki ruang lebih luas. Perubahan ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung serta memperlancar arus keluar masuk museum.

Selain itu, MNI tengah menyiapkan alih fungsi auditorium pada basement gedung jadi masjid. Fasilitas ibadah itu ditargetkan dapat digunakan pada akhir Januari 2026.

“Prosesnya perlu memperhatikan aspek keselamatan, termasuk emergency exit. Shaf sudah kami siapkan, hanya tempat wudhu yang masih tahap penyelesaian. Diharapkan siap akhir Januari,” jelas Esti.

Peningkatan fasilitas juga berdampak pada perluasan area non-tiket. Jika sebelumnya luas area non-tiket hanya sekitar 3.800 meter persegi, kini diperluas jadi 8.100 meter persegi, termasuk penataan ulang area taman di depan fasad museum.

“Ada area non-tiket yang lebih banyak demi kenyamanan pengunjung. Kami juga menyiapkan peta fisik sebagai kenang-kenangan serta gelang tiket. Ini sudah tersedia,” ujar Esti.

Dari sisi konten, MNI tak hanya mengandalkan koleksi permanen. Sejak pertengahan Desember 2025, MNI menghadirkan pameran sejarah awal yang menampilkan empat temuan penting Eugene Dubois yang kembali ke Indonesia dan jadi bagian dari narasi awal peradaban manusia.

Mulai Januari 2026, ruang ImersifA juga diperbarui dengan konsep baru. Sistem tiket pun kini dibuat lebih efisien dengan teknologi nontunai, seperti tap in dan pembayaran melalui QRIS.

“Pelan-pelan kita benahi semuanya. Sekarang sistem tiket sudah lebih cepat tanpa layanan manual,” tegas Esti.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan penyesuaian harga tiket merupakan bagian dari upaya membangun apresiasi publik terhadap museum sebagai ruang edukasi dan kebudayaan.

“Kepada masyarakat umum kita tingkatkan, supaya ada apresiasi terhadap museum. Terutama bagi wisatawan asing, agar mereka bisa melihat dan menghargai museum kita,” ujarnya.

Sebagai informasi, mulai 1 Januari 2026 MNI memberlakukan penyesuaian harga tiket. Harga tiket kini ditetapkan Rp50 ribu untuk pengunjung umum dan Rp30 ribu untuk pelajar. Anak di bawah usia tiga tahun serta pengunjung lansia di atas 60 tahun tetap mendapatkan akses gratis.

Untuk wisatawan mancanegara (WNA), harga tiket ditetapkan Rp150 ribu, sementara pemegang KITAS dikenakan tarif Rp50 ribu. Harga itu belum termasuk tiket masuk ruang ImersifA yang dibanderol Rp35 ribu per orang. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya