Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kenaikan Harga Tiket Museum Nasional Dikritik: Akses Pendidikan Jangan Dipersulit

Basuki Eka Purnama
04/1/2026 10:24
Kenaikan Harga Tiket Museum Nasional Dikritik: Akses Pendidikan Jangan Dipersulit
Pengunjung bersama keluarga memerhatikan koleksi sejarah di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (30/5/2025).(MI/Susanto)

KEBIJAKAN pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk secara signifikan per 1 Januari 2026 menuai kritik tajam. Kebijakan ini dinilai dapat menghambat akses masyarakat terhadap pengetahuan dan menurunkan minat wisata edukasi yang saat ini masih tergolong rendah.

Pegiat pendidikan dari Sanggar Askala Edukasi, Nurfahmi Budi, mendesak pihak pengelola agar lebih transparan dalam menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. 

Menurutnya, publik berhak mengetahui latar belakang kuat yang mendasari lonjakan harga tiket yang dirasa cukup mahal tersebut.

"Masyarakat perlu mengetahui apa latar belakang kuat dinaikkannya harga tiket masuk yang mahal ke Museum Nasional. Jangan sekadar berdalih peningkatan mutu layanan," ujar Nurfahmi dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.

Kritik atas Fungsi Museum Negara

Nurfahmi menekankan bahwa sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara. 

Ia menyayangkan kenaikan harga yang mencapai dua kali lipat tersebut karena dianggap dilakukan tanpa pertimbangan yang matang.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Museum Nasional tidak boleh bertindak layaknya institusi swasta yang berorientasi pada keuntungan semata. 

Mengingat statusnya sebagai aset negara, alasan perbaikan layanan seharusnya dapat dipenuhi melalui alokasi APBN, bukan dengan membebankan biaya tinggi kepada pengunjung.

"Sudah pasti ada ketersediaan anggarannya dari negara karena Museum Nasional punya pemerintah. Jadi alasan perbaikan layanan bisa dialokasikan dari anggaran negara. Dengan begitu masyarakat tidak harus mahal untuk berkunjung belajar ke museum," tegas Pendiri Sanggar Askala Edukasi tersebut.

Keluhan dari Tenaga Pendidik

Nada serupa juga datang dari kalangan guru. Kartini, seorang guru asal Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan dampak kenaikan tarif ini terhadap kegiatan belajar-mengajar di luar sekolah. Ia khawatir anggaran yang harus dikeluarkan siswa untuk melakukan kunjungan studi akan membengkak drastis.

Keresahan ini sangat beralasan jika melihat struktur tarif baru yang diterapkan. Berdasarkan data yang dihimpun, kelompok pelajar yang sebelumnya mendapatkan akses cuma-cuma, kini dibebankan biaya yang cukup terasa bagi kantong pelajar.

Berikut adalah rincian perbandingan tarif tiket Museum Nasional sebelum dan sesudah 1 Januari 2026:

  • Pelajar (PAUD-SMA) & Mahasiswa: Semula gratis, kini menjadi Rp30.000.
  • Pengunjung Dewasa (WNI): Semula Rp25.000, naik menjadi Rp50.000.
  • Warga Negara Asing (WNA): Semula Rp50.000, melonjak menjadi Rp150.000.

Kenaikan tarif ini menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan di awal tahun 2026, di tengah upaya pemerintah mendorong literasi sejarah melalui museum. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya