Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mengapa Tiket Museum Nasional Naik Jadi Rp50.000? Ini Alasannya

Basuki Eka Purnama
06/1/2026 06:05
Mengapa Tiket Museum Nasional Naik Jadi Rp50.000? Ini Alasannya
Ilustrasi--Pengunjung bersama keluarga memerhatikan koleksi sejarah di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (30/5/2025).(MI/Susanto)

KEPUTUSAN pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) untuk menaikkan tarif tiket masuk bagi pengunjung dewasa menjadi Rp50.000 mulai 1 Januari 2026 memicu perhatian publik. Namun, di balik angka tersebut, terdapat urgensi besar terkait standar perawatan warisan budaya bangsa yang kian meningkat.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, mengungkapkan bahwa kenaikan dari tarif sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional. 

Berikut adalah faktor-faktor utama yang mendasari kebijakan tersebut:

1. Memenuhi Standar Pemeliharaan Internasional

Sebagai garda depan penjaga warisan arkeologi, sejarah, etnografi, dan numismatika Indonesia, MNI dituntut untuk melakukan perawatan koleksi dengan ketelitian tinggi. Dana dari tiket menjadi salah satu instrumen penting selain dukungan pemerintah dan filantropi.

"Penyesuaian tarif dilakukan agar Museum Nasional Indonesia dan koleksinya dapat terus dirawat sesuai standar pemeliharaan internasional serta tetap menjadi ruang yang nyaman dan bermakna bagi masyarakat," kata Indira di Jakarta, Senin (5/1).

2. Beban Perawatan Koleksi Repatriasi

Salah satu tantangan baru bagi MNI adalah kepulangan fosil koleksi Eugene Dubois dari Belanda. 

Sebagai pusat rujukan pengetahuan dan penelitian, museum harus meningkatkan kualitas konservasi untuk menjaga fosil-fosil bernilai tinggi tersebut. Peningkatan status koleksi ini secara otomatis meningkatkan biaya operasional dan perawatan teknis.

3. Inovasi Fasilitas dan Teknologi Imersif

Pengelola berkomitmen bahwa kenaikan tarif akan berbanding lurus dengan pengalaman pengunjung. MNI berencana menghadirkan pameran imersif berbasis teknologi pada semester pertama 2026. 

Investasi pada teknologi interaktif ini bertujuan agar edukasi sejarah tidak lagi terasa kaku, melainkan lebih menarik bagi generasi muda.

4. Pemulihan Pascakebakaran 2023

Secara jangka panjang, MNI masih dalam misi besar melakukan renovasi terhadap enam ruang pamer yang terdampak kebakaran pada 2023. Penyesuaian tarif tiket menjadi bagian dari upaya kolektif bersama pemerintah dan swasta untuk mengembalikan kemegahan ruang-ruang sejarah tersebut agar layak dikunjungi kembali oleh publik.

Tetap Menjaga Aksesibilitas

Meski fokus pada peningkatan pendapatan melalui tiket, Indira menegaskan bahwa museum tidak lantas menjadi eksklusif. 

Kebijakan tarif khusus tetap diberikan kepada penyandang disabilitas, lansia di atas 60 tahun, serta pelajar pemegang KIP dan KIP Kuliah.

Dengan penyesuaian ini, Museum Nasional Indonesia berharap dapat bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya menjaga masa lalu, tetapi juga memberikan pelayanan publik yang relevan dengan perkembangan zaman. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik