Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Baca Indonesia, Heri Hendrayana Harris atau Gol A Gong menilai kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
Diketahui tarif tiket Museum Nasional per 1 Januari menjadi Rp30 ribu untuk pelajar; Rp50 ribu untuk dewasa WNI; dan Rp150 ribu untuk WNA.
"Bagi kementerian kemungkinan kecil, saran saya bagi masyarakat seharusnya cukup dipungut Rp5 ribu dan Rp10 ribu untuk umum. Sementara selebihnya bisa disubsidi oleh negara," kata Gol A Gong saat dihubungi, Minggu (4/1).
Sebagai duta baca ia menyayangkan masyarakat dipersulit dengan biaya mahal untuk mengunjungi wisata edukasi.
"Ini menjadi paradoks karena nutrisi ke otak dengan cara mengunjungi museum atau wisata edukasi menjadi terhambat karena biaya yang tinggi. Seharusnya museum menjadi prioritas di banyak daerah," ujarnya.
Kenaikan tarif ini menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan di awal tahun 2026, di tengah upaya pemerintah mendorong literasi sejarah melalui museum. (H-2)
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
GURU besar ilmu sejarah Universitas Indonesia, Anhar Gonggong, menilai kenaikkan harga tiket masuk Museum Nasional terutama untuk pelajar sangat berat dan bisa membatasi siswa untuk belajar.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Negara berkewajiban mengelola objek wisata pendidikan dengan baik sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
MNI tengah menyiapkan alih fungsi auditorium pada basement gedung jadi masjid. Fasilitas ibadah itu ditargetkan dapat digunakan pada akhir Januari 2026.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved