Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Masjid di Tepi Barat Dibakar, Pemukim Israel Lakukan Provokasi

Dhika Kusuma Winata
14/11/2025 18:00
Masjid di Tepi Barat Dibakar, Pemukim Israel Lakukan Provokasi
Masjid di Tepi Barat yang dibakar pemukim ilegal Israel.(Dok Al-Jazeera)

MASJID di Tepi Barat, Palestina, dibakar dan dicoret dengan grafiti oleh pemukim Israel. Otoritas Palestina menyebut insiden tersebut pola serangan yang makin berani dan brutal terhadap warga serta tempat ibadah.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/11) waktu setempat. Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan Palestina melaporkan para pemukim menyerang Masjid Hajjah Hamidah di wilayah Salfit, Tepi Barat bagian utara.

"Serangan tersebut menyebabkan sebagian masjid dibakar dan dicoret dengan grafiti bernada rasis oleh geng pemukim yang setiap hari melakukan pelanggaran terhadap situs suci Islam dan properti warga di tengah eskalasi sistematis baik dari sisi frekuensi maupun bentuk pelanggaran," demikian pernyataan resmi kementerian dikutip CNN.

Wali Kota Deir Istiya, Abdul Rahim Zidan, mengatakan serangan terjadi menjelang salat Subuh. Rumah dan mobil di sekitar lokasi memang tidak diserang.

"Namun, serangan ini jelas menargetkan simbol agama untuk memprovokasi umat Islam dengan kata-kata menghina Nabi (Muhammad) dan umat Muslim," ujarnya kepada TV Palestina. Coretan menunjukkan tulisan dalam bahasa Ibrani di dinding luar masjid yang bernada penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Pemukim Israel juga menuliskan coretan soal Avi Bluth yang merupakan komandan militer Israel di Tepi Barat. Sehari sebelumnya, Bluth mengecam aksi kekerasan para pemukim dan menyebut para pelakunya sebagai kelompok pemuda anarkis.

Bagian dalam masjid tampak rusak akibat api. Puing-puing hangus berserakan, dinding menghitam karena asap, dan kaca jendela pecah.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras serangan itu dan menyatakan pemerintah Israel sepenuhnya harus bertanggung jawab atas aksi tersebut.

Dalam pernyataan kepada CNN, militer Israel (IDF) mengakui serangan tersebut. Mereka mengatakan telah mengirim pasukan untuk meninjau lokasi dan melakukan pemeriksaan sebelum menyerahkan kasusnya kepada kepolisian Israel.

Sekitar 700.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Pemukiman tersebut dinilai ilegal menurut hukum internasional.

Serangan pemukim terhadap warga Palestina melonjak tajam tahun ini, terutama saat musim panen zaitun pada Oktober-November. Laporan PBB pekan lalu mencatat sedikitnya 264 serangan dilakukan pemukim sepanjang Oktober. Itu angka tertinggi sejak PBB mulai mencatat insiden serupa pada 2006. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya