Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Iran Naik Pitam, Sebut Israel Provokasi Perang usai Serang Libanon

Dhika Kusuma Winata
07/11/2025 22:08
Iran Naik Pitam, Sebut Israel Provokasi Perang usai Serang Libanon
Ilustrasi.(AFP/ATTA KENARE)

IRAN mengecam keras gelombang serangan udara Israel di Libanon yang menargetkan basis milisi Hizbullah. Teheran menyebut tindakan tersebut sebagai serangan biadab dan menuduh Israel sengaja memprovokasi perang baru di kawasan.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan agar PBB, komunitas internasional, dan negara-negara di kawasan menghadang sikap haus perang Israel. Iran juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya warga Libanon dalam serangan tersebut.

Militer Israel sehari sebelumnya mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap fasilitas dan gudang senjata milik Hizbullah di wilayah selatan Libanon. 

Daerah itu menjadi basis kuat kelompok bersenjata pro-Teheran itu. Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan sedikitnya satu orang tewas.

Serangan itu terjadi meski Israel dan Libanon telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada November 2024 untuk mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari setahun. 

Namun, Tel Aviv beralasan masih berhak menyerang sasaran yang dianggap mengancam keamanannya. Pemerintah Israel menyebut operasi terbaru dilakukan untuk mencegah Hizbullah kembali memperkuat persenjataannya setelah mengalami kerugian besar tahun lalu, termasuk kematian pemimpin utamanya, Hassan Nasrallah.

Iran, sebagai pendukung utama Hizbullah, juga menjadi sasaran serangan udara Israel dan Amerika Serikat beberapa bulan lalu. Kedua negara itu dikabarkan menargetkan fasilitas nuklir Iran dalam konflik berdurasi 12 hari pada Juni lalu. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya