Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Presiden Libanon Murka, Sebut Serangan Israel Keji

Dhika Kusuma Winata
07/11/2025 17:29
Presiden Libanon Murka, Sebut Serangan Israel Keji
Joseph Aoun.(AFP/LUDOVIC MARIN)

PRESIDEN Libanon Joseph Aoun mengecam keras gelombang serangan udara yang dilancarkan Israel di wilayah selatan negaranya, Kamis (6/11) waktu setempat. Aoun menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional sekaligus kejahatan politik yang tidak bermoral.

“Yang dilakukan Israel hari ini di Libanon selatan bukan hanya kejahatan menurut hukum internasional, tetapi juga tindakan politik yang menjijikkan,” kata Aoun dalam pernyataannya di platform X.

Aoun menegaskan Libanon tetap membuka ruang untuk dialog dan penyelesaian diplomatik namun Israel terus menunjukkan sikap agresif terhadap kedaulatan negaranya.

“Hampir setahun sejak gencatan senjata diberlakukan, Israel tak henti menunjukkan penolakannya terhadap kesepakatan antara kedua negara, pesan kalian sudah kami terima,” tandasnya.

Sikap keras Beirut muncul setelah militer Israel (IDF) melancarkan rentetan serangan terhadap fasilitas dan gudang senjata milik kelompok bersenjata Hizbullah di selatan Libanon.

IDF menuding kelompok pro-Iran itu melanggar kesepakatan gencatan senjata dan menegaskan akan meningkatkan operasi militer bila tidak segera dilucuti oleh tentara Libanon.

Seorang pejabat senior IDF kepada Channel 12 News mengatakan serangan Kamis itu baru sekadar pemanasan dari operasi yang lebih besar.

“Jika militer Libanon tidak melucuti Hezbollah dan gagal memenuhi kesepakatan gencatan senjata, Israel dengan dukungan Amerika Serikat akan menyerang sasaran Hizbullah di seluruh wilayah Libanon, termasuk Beirut,” ujarnya.

Menurut laporan media Israel, Tel Aviv telah memberikan ultimatum kepada Beirut agar pasukan bersenjata Libanon meningkatkan upaya pengendalian terhadap Hizbullah. Jika tidak, operasi militer besar-besaran akan segera dilakukan.

Kecaman Aoun menambah tekanan politik atas situasi yang kian memanas di perbatasan. Meski gencatan senjata disepakati hampir setahun lalu, aksi balasan antara Israel dan Hizbullah terus berulang hingga memunculkan kekhawatiran pecahnya kembali konflik terbuka. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya