Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Libanon Sebut Israel Bangun Tembok Caplok 4.000 Meter Tanah

Media Indonesia
16/11/2025 09:30
Libanon Sebut Israel Bangun Tembok Caplok 4.000 Meter Tanah
Seorang wanita berjalan melewati kawah di mana sebuah bangunan yang runtuh pernah berdiri setelah serangan udara Israel semalam di kawasan Kafaat di pinggiran selatan Beirut, pada 7 Oktober 2024.(AFP)

PRESIDEN Lebanon Joseph Aoun telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk mengajukan keluhan ke Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa atau PBB terkait pembangunan tembok beton oleh Israel di selatan Lebanon yang melampaui Garis Biru yang ditetapkan PBB. Aoun juga memerintahkan agar pengaduan tersebut mencakup laporan PBB yang mengonfirmasi bahwa struktur tersebut membuat penduduknya di selatan tak dapat mengakses lebih dari 4.000 meter persegi tanah Lebanon. Demikian dilansir dari Anadolu.

Aoun meminta Menteri Luar Negeri Youssef Raggi mengajukan keluhan tersebut, dengan alasan bahwa penghalang Israel melanggar kedaulatan Lebanon dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, demikian pernyataan kepresidenan.

Resolusi 1701, yang disahkan pada 11 Agustus 2006, menyerukan penghentian permusuhan antara Hezbollah dan Israel serta pembentukan zona bebas senjata antara Garis Biru dan Sungai Litani di Lebanon.

Presiden Lebanon mengatakan laporan tersebut menunjukkan bahwa Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB (UNIFIL) telah secara resmi memberitahu Israel bahwa tembok tersebut harus dibongkar.

Lebanon menyatakan bahwa pembangunan tembok dan kehadiran Israel di luar Garis Biru, batas de facto, merupakan pelanggaran terhadap wilayahnya dan batas internasional yang diakui setelah penarikan Israel pada tahun 2000.

Presiden Lebanon mengatakan bahwa aktivitas pembangunan Israel di wilayah tersebut, bersama dengan kehadiran militernya, merupakan “pelanggaran jelas” terhadap Resolusi 1701 dan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.

Pada Jumat, UNIFIL menyatakan bahwa Israel mendirikan dua dinding di sebelah barat daya kota Yaroun, sehingga lebih dari 4.000 meter persegi wilayah Lebanon menjadi tidak dapat diakses oleh rakyat Lebanon.

Ketegangan di selatan Lebanon telah meningkat selama berminggu-minggu, dengan tentara Israel meningkatkan serangan udara hampir setiap hari di wilayah Lebanon, yang diduga menargetkan anggota Hezbollah dan infrastrukturnya.

Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai hampir 17.000 orang dalam serangannya terhadap Lebanon, yang dimulai pada Oktober 2023 dan berubah menjadi serangan besar-besaran pada September 2024. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya