Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

1 Tewas dan 7 Masih Terjebak Akibat Menara Boiler Runtuh di Pembangkit Listrik Ulsan

Thalatie K Yani
07/11/2025 06:18
1 Tewas dan 7 Masih Terjebak Akibat Menara Boiler Runtuh di Pembangkit Listrik Ulsan
Menara boiler setinggi 60 meter di pembangkit listrik Ulsan, Korea Selatan, runtuh saat proses pembongkaran. Satu pekerja tewas, sementara tujuh lainnya masih terjebak.(Yophap)

SEBUAH menara boiler setinggi 60 meter di kompleks pembangkit listrik tenaga panas milik Korea East-West Power Co. di kota Ulsan, Korea Selatan, runtuh, Kamis (6/11) siang waktu setempat. Akibatnya, satu pekerja dinyatakan meninggal dunia dan tujuh orang lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan.

Otoritas pemadam kebakaran Ulsan menyatakan satu korban ditemukan. Korban itu dalam kondisi henti jantung dan meninggal saat proses penyelamatan.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat di cabang Ulsan Korea East-West Power, sebuah perusahaan utilitas milik negara. Sebanyak sembilan pekerja awalnya dilaporkan terjebak di lokasi, namun dua orang berhasil diselamatkan lebih awal dan kini dalam kondisi stabil.

Dua pekerja lainnya telah terlihat oleh tim penyelamat, salah satunya masih dalam keadaan sadar. Sementara itu, pencarian terus dilakukan untuk menemukan lima korban lain yang belum ditemukan.

“Kami berupaya mengevakuasi korban yang telah ditemukan dan mempertimbangkan untuk mengangkat atau membongkar struktur yang runtuh agar bisa menemukan para korban lainnya dengan cepat,” ujar seorang pejabat pemadam kebakaran.

Proses penyelamatan dilakukan hingga malam hari dengan bantuan lampu sorot dan alat berat. Para pekerja yang terjebak diduga merupakan karyawan dari perusahaan subkontraktor yang mengerjakan proyek pembongkaran menara menggunakan bahan peledak.

Presiden Lee Jae Myung memerintahkan mobilisasi penuh seluruh sumber daya untuk menyelamatkan korban dan menangani dampak kecelakaan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya keselamatan petugas di lapangan.

Instruksi serupa disampaikan Perdana Menteri Kim Min-seok. Kim memerintahkan kementerian dalam negeri, kepolisian, dan lembaga pemadam kebakaran untuk mengambil langkah cepat.

Kementerian Ketenagakerjaan Korea Selatan menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kemungkinan pelanggaran keselamatan kerja.

“Kami akan melakukan investigasi paksa, termasuk penggeledahan dan penyitaan, untuk memastikan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” kata Menteri Ketenagakerjaan Kim Young-hoon.

Pembangkit listrik tersebut dibangun pada 1981 dan mulai dipensiunkan pada 2022. Fasilitas itu sempat memasok hingga 15% kebutuhan listrik nasional pada awal 1980-an. 

Proyek pembongkaran dipercayakan kepada HJ Shipbuilding & Construction Co. dengan nilai kontrak sebesar 57,5 miliar won (sekitar US$39,7 juta) dan dijadwalkan rampung pada Maret 2026. (YonHap/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik