Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Multi Harapan Utama (MHU) memanfaatkan momentum Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 untuk menegaskan kembali bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama keberlanjutan operasional di sektor pertambangan. Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif,” perusahaan menempatkan K3 bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian strategis dari tata kelola bisnis.
Sejalan dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menekankan keselamatan sebagai investasi strategis industri, MHU mengintegrasikan aspek K3 dalam pengambilan keputusan operasional, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia. Pendekatan ini menempatkan keselamatan sebagai elemen yang berjalan beriringan dengan produktivitas dan daya saing.
Secara kinerja, MHU mencatat hasil positif dalam dua tahun terakhir. Sepanjang FY 2024–FY 2025, perusahaan membukukan Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) nol untuk karyawan maupun kontraktor. Pada periode yang sama, MHU juga mencatat nol fatalitas dan nol Lost Time Injury (LTI). Catatan ini menjadi indikator konsistensi penerapan standar keselamatan sekaligus dasar untuk memperkuat pengendalian risiko dan perbaikan sistem K3 secara berkelanjutan.
Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menekankan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pihak di area operasional.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab karyawan MHU, tetapi juga seluruh mitra kerja. Capaian ini lahir dari kolaborasi, disiplin, dan komitmen bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menilai penguatan K3 sebagai bagian integral dari tata kelola berkelanjutan.
“Keselamatan adalah prasyarat utama bagi keandalan operasi dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan,” jelasnya.
Peringatan Bulan K3 di lingkungan MHU diisi berbagai kegiatan terintegrasi, mulai dari kampanye keselamatan, penguatan safety leadership, pelatihan dan simulasi, lomba inovasi keselamatan, hingga evaluasi sistem manajemen K3. Seluruh rangkaian dirancang untuk menegaskan bahwa K3 adalah investasi jangka panjang, bukan semata aspek kepatuhan.
Melalui momentum ini, MHU menargetkan kontribusi lebih luas dalam membangun ekosistem K3 nasional yang kolaboratif dan inklusif, sekaligus mendukung terciptanya industri pertambangan yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan. (E-3)
Manajemen PLTU Ketapang di Sukabangun menyampaikan duka cita atas insiden yang melibatkan mitra kerja dari PT Limas Anugrah Steel.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan
PEMERINTAH terus mendorong seluruh perusahaan di Indonesia, baik BUMN maupun swasta, untuk terus meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menyatakan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Faktor eksternal seperti paparan gas berbahaya, kekurangan oksigen, suhu ekstrem, atau partikel beracun, terutama di area kerja terbatas kerap menjadi penyebab utama kecelakaan kerja.
Manajemen PLTU Ketapang di Sukabangun menyampaikan duka cita atas insiden yang melibatkan mitra kerja dari PT Limas Anugrah Steel.
Insiden maut terjadi di Desa Ungasan, Badung, Bali. Tembok proyek ambruk menimbun pekerja, mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Ledakan besar terjadi di pabrik baja Baogang United Steel, Mongolia Dalam, Tiongkok. Dua orang tewas, 84 luka-luka, dan 5 orang masih dinyatakan hilang.
BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan penuh bagi PMI Sigit Aliyando yang mengalami kecelakaan di Korea Selatan, mulai dari perawatan hingga pemulangan ke Tanah Air.
Kisah Romo Yosef dan Perjalanan Pemulihan Setelah Kecelakaan Kerja
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved