Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Israel diduga menguasai area lebih luas di Jalur Gaza, Palestina, dibandingkan batas yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.
Analisis terbaru dari BBC Verify menunjukkan bahwa posisi penanda yang dipasang pasukan Israel berada ratusan meter lebih dalam dari garis yang telah ditentukan dalam peta resmi.
Pada tahap pertama perjanjian, Israel berkomitmen menarik pasukannya hingga ke garis perbatasan utara, selatan, dan timur Gaza. Batas ini dikenal sebagai Garis Kuning, berdasarkan peta yang dirilis oleh militer Israel.
Namun, citra satelit dan rekaman video memperlihatkan bahwa blok beton penanda ditempatkan jauh di dalam wilayah Gaza, tidak sesuai dengan posisi garis yang disepakati.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya memperingatkan bahwa siapa pun yang melintasi garis itu akan mendapat tembakan balasan. Setidaknya dua insiden mematikan dilaporkan terjadi di sekitar area tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menolak menjawab tudingan pergeseran batas. IDF hanya menyatakan bahwa pasukan di bawah Komando Selatan telah mulai menandai Garis Kuning untuk memastikan kejelasan taktis di lapangan.
BBC Verify menemukan bahwa di wilayah utara, dekat permukiman al-Atatra, penanda dipasang hingga 520 meter lebih ke dalam wilayah Gaza. Di selatan, dekat Khan Younis, citra satelit menunjukkan penanda lain yang menjorok antara 180 hingga 290 meter melewati batas resmi.
Beberapa analis mengatakan langkah ini mencerminkan strategi Israel untuk menciptakan zona penyangga antara warga Palestina dan pasukan IDF.
Baca juga: Mayoritas 195 Jenazah Tahanan Palestina Tampak Tanda Penyiksaan, Mutilasi, Organ Hilang
Dr. Andreas Krieg dari King’s College London menyebut langkah itu sebagai bagian dari budaya strategis Israel untuk mengambil ruang tak bertuan yang memisahkan mereka dari wilayah lawan.
Warga Gaza kini kebingungan mengenai area yang aman. Abdel Qader Ayman Bakr, warga distrik Shejaiya, mengatakan belum melihat tanda batas apa pun di wilayahnya.
"Kami bisa melihat kendaraan militer Israel dari dekat, tetapi tidak tahu apakah kami berada di zona aman atau berbahaya," katanya.
Baca juga: Siapa di Belakang Empat Milisi Anti-Hamas di Gaza
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, IDF melaporkan beberapa insiden pelanggaran di Garis Kuning dan menembaki pihak yang melintas. Salah satu insiden pada 17 Oktober menewaskan 11 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza.
Ahli hukum internasional, Dr. Lawrence Hill-Cawthorne dari Universitas Bristol, menegaskan bahwa Israel tetap memiliki kewajiban hukum untuk tidak menyerang warga sipil. "Hukum konflik bersenjata tetap berlaku, bahkan bagi mereka yang melintasi garis tersebut," ujarnya.
Baca juga: Sejarawan Israel Avi Shlaim Zionisme sedang Hancurkan Diri Sendiri
Sementara itu, juru bicara militer Israel mengatakan blok beton penanda dipasang setiap 200 meter dan operasi militer di Gaza masih berlangsung untuk melindungi warga sipil Israel.
Sejak dimulai konflik pada Oktober 2023, lebih dari 68.000 warga Gaza dilaporkan tewas akibat serangan Israel, demikian menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. (BBC News/I-2)
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Tiga akun media sosial provokatif yang diduga mengeskalasi kerusuhan Agustus 2025. Akun Strongerboy, Adiastha8, dan Armyzoned ID dianggap kebal hukum dan belum diusut kepolisian.
Insiden penembakan ini merenggut nyawa pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat.
Laporan investigasi Al Jazeera ungkap 2.842 warga Palestina di Gaza 'menguap' akibat senjata bersuhu 3.000 derajat Celsius. Simak fakta medis dan hukumnya.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Cha Eun Woo terseret dugaan penggelapan pajak Rp200 miliar. Sejumlah brand mulai menarik iklan dan menghapus konten promosi sang aktor.
Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara AS Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bertujuan melindungi diri dan mitra regional, mencegah proyeksi kekuatan Iran.
Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bukan misi semalam dan memperkirakan kerugian tambahan bagi pasukan AS.
ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi serangan antara Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran.
Tentara Israel mengumumkan pembunuhan Hussein Makled, kepala intelijen Hizbullah, di Beirut. Militer AS melaporkan anggota keempat tewas akibat luka-luka dalam operasi melawan Iran
Korps Garda Revolusi Iran menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan markas Angkatan Udara Israel dengan rudal Khyber.
Serangan udara Israel-AS di Teheran dan sejumlah wilayah Iran menewaskan 555 orang, termasuk siswa dan tentara. Iran membalas dengan rudal Khayber Shiken ke Tel Aviv, Haifa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved