Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDO Pusat Amerika Serikat (AS) atau Centcom pada Selasa (21/10) mengumumkan pendirian Pusat Koordinasi Sipil-Militer (CMCC) di Israel yang dirancang untuk mendukung upaya stabilisasi di Jalur Gaza.
Pendirian CMCC dilakukan lima hari setelah para pemimpin dunia menandatangani rencana yang ditengahi AS untuk mengakhiri perang antara Israel dan Gerakan Palestina Hamas secara permanen.
"Komando Pusat AS membuka Pusat Koordinasi Sipil-Militer (CMCC) di Israel pada 17 Oktober, menandai pembentukan resmi pusat koordinasi utama bagi bantuan ke Gaza," demikian pernyataan CENTCOM, dikutip RIA Novosti.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa personel militer AS akan membantu memfasilitasi aliran bantuan kemanusiaan, logistik, dan keamanan dari mitra internasional ke Jalur Gaza, tetapi tidak akan dikerahkan secara langsung ke wilayah Palestina tersebut.
Kepala Centcom, Jenderal Brad Cooper, mengatakan dalam dua pekan ke depan, personel AS akan mengintegrasikan perwakilan dari negara-negara mitra, lembaga swadaya masyarakat, institusi internasional, serta sector swasta yang tiba di pusat koordinasi itu.
Ia menambahkan, CMCC akan berperan penting dalam mendukung transisi menuju pemerintahan sipil di Gaza.
Staf CMCC akan memantau implementasi perjanjian gencatan senjata dengan menilai perkembangan terkini di Gaza dan menyediakan ruang pertemuan untuk memastikan perencanaan kolaboratif.
Pada 13 Oktober, Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani dokumen komprehensif tentang gencatan senjata Gaza.
Rencana perdamaian Gaza yang terdiri dari 20 poin dari Trump diumumkan pada 29 September. Rencana tersebut menyerukan gencatan senjata segera dengan syarat pembebasan sandera dalam waktu 72 jam.
Dokumen itu juga mengusulkan agar Hamas atau faksi bersenjata lain Palestina tidak memiliki peran dalam pemerintahan Jalur Gaza dan kendali atas daerah kantong itu harus dialihkan kepada komite teknokratis yang diawasi oleh badan internasional yang dipimpin oleh Trump. (Sputnik/Ant/I-2)
Eskalasi perang meluas ke pusat diplomatik Riyadh dan Doha. Israel klaim hancurkan markas penyiaran IRIB di Teheran sementara Qatar cegat rudal balistik.
PBB menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas militer di Libanon di tengah eskalasi konflik Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), unit elit militer Iran, menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan perlawanan setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia menurut kantor berita Mehr, di tengah memanasnya konflik antara Iran, AS, dan Israel.
Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps mengancam meluncurkan rudal ke Siprus di tengah eskalasi konflik Iran-AS-Israel. Jerman bersiap mengevakuasi warganya dari kawasan Timur Tengah.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
Pasukan Indonesia akan dikerahkan ke Jalur Gaza mulai April 2026 sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional. Simak detail penempatannya di sini.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Menlu Sugiono tegaskan komitmen RI di Markas PBB New York. Dukung gencatan senjata Gaza & pastikan hak Palestina terjaga di Board of Peace (BoP).
Amerika Serikat akan mengalokasikan dana sebesar US$10 miliar untuk mendukung upaya rekonstruksi di Jalur Gaza melalui mekanisme Dewan Perdamaian.
Kepala UNDP Alexander De Croo memperingatkan pembersihan 61 juta ton reruntuhan Gaza butuh 7 tahun. Sekitar 90% warga hidup di kondisi ekstrem dan berbahaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved