Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
RYAN Grim dari Drop Site News melaporkan bahwa para pejabat Amerika Serikat (AS) mengetahui dalam hitungan jam bahwa ledakan Rafah sebenarnya disebabkan oleh buldoser pemukim Israel yang menabrak persenjataan yang belum meledak, bukan serangan Hamas.
Ledakan Rafah itulah yang digunakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membenarkan penghentian semua bantuan ke Jalur Gaza, Palestina, dan dimulai kembali serangan udara negeri zionis itu.
Baca juga: Siapa di Belakang Empat Milisi Anti-Hamas di Gaza

Setelah Washington memberi tahu Israel bahwa mereka mengetahui kebenarannya, Netanyahu diam-diam mengumumkan bahwa ia akan membuka kembali penyeberangan Rafah dalam beberapa jam.
"Segera setelah ledakan di Rafah, saya diberi tahu oleh seorang sumber yang saya kenal, Gedung Putih dan Pentagon mengetahui bahwa insiden itu disebabkan oleh buldoser pemukim Israel yang menabrak persenjataan yang belum meledak. Ini bertentangan dengan klaim Netanyahu bahwa Hamas muncul dari terowongan," tulis jurnalis AS Ryan Grim dari Washington DC dalam akunnya di media sosial X, Senin (20/10) WIB.
Baca juga: Pengeboman Besar-besaran Israel Guncang Jalur Gaza, Pelanggaran Gencatan Senjata

"Setelah Netanyahu mengatakan ia memblokade semua bantuan yang masuk ke Gaza sebagai tanggapan dan melancarkan kampanye pengeboman, pemerintah menyampaikan kepada Israel bahwa mereka tahu apa yang terjadi. Netanyahu kemudian mengumumkan akan membuka kembali penyeberangan dalam beberapa jam," tutupnya. (I-2)
Mantan Menhan Yoav Gallant sebut PM Netanyahu pembohong dan manipulator narasi kegagalan 7 Oktober demi selamatkan diri dari tanggung jawab politik.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
SUATU dokumen FBI pada 2020 yang termasuk dalam berkas Epstein menuduh bahwa miliarder paedofil Jeffrey Epstein dilatih sebagai mata-mata di bawah mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved