Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan ultimatum keras kepada Hamas terkait proposal perdamaian dan rekonstruksi Gaza. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington, Trump menegaskan Hamas hanya diberi waktu tiga hingga empat hari untuk merespons. Jika menolak, katanya, kelompok tersebut akan “membayar di neraka”.
Proposal itu bertujuan mengakhiri perang dua tahun yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa. Pada Selasa, rumah sakit di Gaza melaporkan sedikitnya 31 warga Palestina tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung.
Proposal ini menimbulkan reaksi beragam. Israel menyambut baik karena sebagian besar tuntutannya dipenuhi, meski kelompok politik sayap kanan menilai rencana itu sebagai “kegagalan diplomatik”. Netanyahu menegaskan militer Israel akan tetap berada di sebagian besar wilayah Gaza dan menolak pembentukan negara Palestina.
Dari pihak Hamas, respons resmi belum diberikan. Pejabatnya menyatakan masih melakukan konsultasi internal, termasuk dengan faksi bersenjata lain. Beberapa kelompok sekutu Hamas, seperti Jihad Islam, langsung mengecam rencana tersebut sebagai “berat sebelah” dan berpotensi melanggengkan agresi Israel.
Sementara itu, sejumlah negara seperti Turki, Qatar, Mesir, hingga Arab Saudi menyatakan dukungan terhadap proposal Trump. Bahkan, Pakistan, UEA, Indonesia, hingga Rusia dan negara Eropa seperti Jerman dan Prancis menilai rencana ini bisa menjadi peluang terbaik menghentikan perang.
Meski diplomasi terus berjalan, situasi di lapangan tetap memburuk. Serangan Israel ke Gaza City, Nuseirat, hingga kamp pengungsi Muwasi kembali menewaskan puluhan warga sipil, termasuk anak-anak. Data otoritas kesehatan Gaza mencatat korban tewas sejak perang pecah pada Oktober 2023 telah mencapai lebih dari 66.000 jiwa, dengan ratusan anak meninggal akibat kelaparan.
Kini, dunia menunggu apakah Hamas akan menerima tawaran Trump atau justru memilih melanjutkan perlawanan yang semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza. (The Guardian/Z-2)
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Smotrich ungkap ultimatum BoP untuk Hamas. Indonesia evaluasi peran di BoP demi tetap bebas aktif dan kawal kemerdekaan Palestina di tengah skeptisisme global.
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
Presiden AS Donald Trump resmi membentuk 'Board of Peace' sebagai bagian dari rencana perdamaian Gaza.
SEKITAR selusin warga Palestina menerima undangan resmi pada Selasa (13/1) untuk bertugas di komite teknokrat yang akan mengelola urusan sehari-hari Jalur Gaza menggantikan Hamas.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, melakukan pertemuan di Kairo, Mesir pada Ahad (8/2).
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak merespons perihal rencana pengiriman pasukan perdamaian menyusul bergabungnya Indonesia dalam BoP.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
PADA 3 Februari, Presiden RI Prabowo Subianto mengadakan pertemuan tertutup dengan spektrum organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Negara.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
Citra satelit ungkap militer Israel buldoser Pemakaman Perang Gaza. Makam tentara Sekutu PD I & II hancur, memicu kecaman atas penodaan situs bersejarah militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved