Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menlu AS Sebut Pengakuan Palestina oleh Negara Barat tidak Hentikan Konflik Gaza

Ferdian Ananda Majni
25/9/2025 09:55
Menlu AS Sebut Pengakuan Palestina oleh Negara Barat tidak Hentikan Konflik Gaza
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.(Dok. US Embassy Montenegro)

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio pada Rabu (24/9) menegaskan bahwa pengakuan Palestina oleh sejumlah negara Barat tidak akan membawa pengaruh besar terhadap penghentian perang di Gaza maupun proses perdamaian.

Dalam wawancara dengan program NBC Today, Rubio menyatakan tujuan utama bukan hanya menghentikan perang, melainkan menciptakan perdamaian jangka panjang. Namun, menurutnya hal tersebut sulit tercapai selama Hamas masih berperan di Gaza.

"Tidak, saya sama sekali tidak khawatir. Tidak ada satu pun dari negara-negara itu yang benar-benar akan berperan besar dalam mengakhiri konflik di Gaza," ujarnya menanggapi langkah Inggris, Prancis, dan Kanada mengakui Palestina.

Perdamaian Lewat Negosiasi, bukan Deklarasi

Rubio menilai masa depan Gaza akan lebih baik jika masyarakatnya mendapat dukungan pembangunan kembali dari komunitas internasional, termasuk AS.

Ia menekankan bahwa pengakuan Palestina oleh negara-negara Barat lebih banyak dipengaruhi dinamika politik domestik mereka. Menurut Rubio, penyelesaian konflik Israel-Palestina tidak bisa diputuskan sepihak oleh negara lain.

"Penyelesaian masa depan konflik Israel-Palestina harus melalui jalur negosiasi, bukan ditentukan oleh Prancis, Inggris atau negara lain," sebutnya

Sikap terhadap Solusi Dua Negara

Dalam kesempatan berbeda, saat berbicara di program CBS Mornings Rubio ditanya apakah ia mendukung solusi dua negara. Ia menilai kemungkinan rakyat Palestina hidup berdampingan dengan Israel tetap ada, tetapi memerlukan proses panjang.

"Itu harus menjadi bagian dari perundingan yang jauh lebih luas dan kompleks. Dari sudut pandang Israel, jika memang akan ada sebuah negara, maka perlu kejelasan siapa yang memimpin negara tersebut," tegas Rubio.

Sejumlah negara besar telah mengumumkan pengakuan terhadap Palestina. Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal menyampaikannya pada 21 September, sementara Prancis menyusul sehari kemudian. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik