Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDENSI Palestina menyampaikan kekecewaan mendalam atas keputusan Amerika Serikat memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata di Gaza pada Kamis (18/9).
"Kami menyampaikan penyesalan dan keheranan kami bahwa pemerintah AS sekali lagi memblokir resolusi gencatan senjata, meskipun semua anggota Dewan Keamanan telah menyetujui rancangan tersebut," kata juru bicara kepresidenan, Nabil Abu Rudeineh dikutip Anadolu, Jumat (19/9).
Dia menegaskan bahwa 14 anggota dewan memberikan suara mendukung resolusi, yang menurutnya secara eksplisit menyerukan gencatan senjata dan diakhirinya genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina.
Abu Rudeineh menilai veto tersebut memberi ruang bagi Israel untuk terus melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina. "Veto AS mendorong pendudukan Israel untuk melanjutkan kejahatannya terhadap rakyat Palestina dan menentang semua legitimasi dan hukum internasional," ucapnya.
Ia juga meminta Washington meninjau kembali keputusannya guna menjaga hukum internasional.
Rancangan resolusi menyuarakan kekhawatiran mendalam atas perluasan operasi militer Israel yang terus berlanjut di Gaza dan semakin dalamnya penderitaan warga sipil sebagai akibatnya.
Dokumen itu mendesak Israel segera menghentikan operasi militer serta menolak segala upaya perubahan demografi atau teritorial di Jalur Gaza.
Resolusi tersebut diajukan Denmark atas nama 10 anggota terpilih Dewan Keamanan, yakni Aljazair, Denmark, Yunani, Guyana, Pakistan, Panama, Korea Selatan, Sierra Leone, Slovenia, dan Somalia. Dari 15 anggota, 14 mendukung resolusi sementara hanya AS yang menolak.
Sejak Oktober 2023, tentara Israel terus menggempur Gaza, menewaskan lebih dari 65.100 warga Palestina. Serangan ini juga menghancurkan infrastruktur utama dan memicu bencana kelaparan di wilayah tersebut.
Pada Selasa lalu, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB mengenai Wilayah Palestina yang Diduduki menegaskan bahwa Israel telah melakukan tindakan genosida di Gaza. (Anadolu/I-3)
CENTCOM Rilis Video Serangan Kapal dalam Operasi Epic Fury
Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi tegaskan tidak butuh gencatan senjata dan siap hadapi invasi darat AS.
Otoritas Israel batalkan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa dengan dalih konflik Iran. Imam Besar Al-Aqsa mengecam penutupan yang dianggap tidak berdasar tersebut.
Di tengah gempuran rudal AS dan Israel yang menewaskan 1.000 orang lebih, warga Iran kini berjuang hidup di zona perang. Otoritas Teheran memutus internet global hingga di bawah 1%.
Kim Jong Un nyatakan Korea Utara siap pasok rudal ke Iran dan klaim mampu lenyapkan Israel. Simak detail uji coba kapal perusak baru Choe Hyon dan kemajuan nuklirnya
Ia mencontohkan sejumlah pertanyaan mendasar yang belum terjawab, seperti mekanisme pelucutan senjata hingga siapa yang akan menjalankan operasi tersebut di lapangan.
CENTCOM Rilis Video Serangan Kapal dalam Operasi Epic Fury
Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi tegaskan tidak butuh gencatan senjata dan siap hadapi invasi darat AS.
Pada Jumat (27/2) belum ada permintaan resmi yang bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Dubes Iran di Jakarta tegaskan Ali Khamenei telah memfatwakan nuklir itu haram. Ia menyebut tuduhan senjata nuklir hanyalah dalih AS-Israel untuk melakukan pembunuhan.
Iran tunjuk badan pemerintahan sementara beranggotakan 3 orang pasca wafatnya Ali Khamenei. Di saat bersamaan, AS siapkan operasi militer 100 hari ke Teheran.
Amerika Serikat pertimbangkan operasi militer hingga 100 hari terhadap Iran. Pentagon tambah personel intelijen di tengah eskalasi konflik yang meluas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved