Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berharap ada kontak baru dengan Amerika Serikat terkait penyelesaian konflik di Ukraina.
Dalam wawancara dengan stasiun TV Rusia Pervyy pada Kamis (18/9), dia menyebut pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin 15 Agustus lalu di Anchorage, Alaska, berakhir dengan keputusan Trump untuk menunda penyelesaian itu.
"Saya pikir akan ada kontak lagi. Kami berpisah dengan pemahaman bahwa di Anchorage kami menerima logika yang dibawa Trump berdasarkan pemahaman atas akar masalah dan posisi kami. Dia tidak membantah logika ini. Trump mengatakan dia akan berkonsultasi dengan sekutu-sekutunya," kata Lavrov.
Dia menambahkan, negara-negara Eropa secara terbuka berusaha membujuk pemerintah AS agar tidak mengambil langkah konstruktif terhadap Rusia dalam konteks krisis Ukraina, tetapi sejauh ini tidak berhasil.
Dia mengatakan Trump menghadapi penentangan besar di dalam negeri. Di masa jabatan pertamanya, Trump menunjukkan keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia, tetapi deep state (negara dalam negara), yang menurut Lavrov jauh lebih kuat saat itu, berhasil menggagalkannya.
Menurut Lavrov, dalam persiapan untuk jabatan keduanya, Trump membentuk tim yang kuat, berpengaruh, dan sehaluan.
Namun, dia menilai ada beberapa orang yang melampaui wewenangnya, seperti Menteri Keuangan Scott Bessent, yang disebutnya melangkah di luar garis yang digariskan Presiden Donald Trump.
Lavrov menegaskan Trump memahami bahwa Rusia tidak berminat merebut wilayah Ukraina, tetapi hanya memastikan hak-hak masyarakat Rusia yang tinggal di sana.
"Dalam pembicaraan di Alaska, kami juga bilang bahwa Gereja Ortodoks Ukraina, yang diakui secara resmi, dilarang di Ukraina. Presiden AS sangat terkejut," kata Lavrov.
"Dia beberapa kali bertanya kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio apakah hal itu benar. Anda bisa melihat sikapnya terhadap hal semacam itu.
Lavrov menganggap Trump berusaha menghapus perang yang diciptakan secara artifisial oleh pendahulunya, Joe Biden, dan timnya, dari agenda pemerintahannya.
Mengenai konflik Palestina-Israel, Lavrov mengatakan hal itu urusan terpisah. "Itu tragedi, bencana kemanusiaan, seperti banyak krisis lain di dunia," katanya.
Lavrov menambahkan bahwa Trump dan timnya ingin memberi kontribusi dan mengambil inisiatif untuk mendamaikan pihak-pihak yang tampaknya sulit untuk didamaikan.
"Siapa yang bisa menolak gagasan bahwa perdamaian lebih baik daripada perang?" kata dia. (Anadolu/Ant/I-2)
MEMASUKI tahun kelima invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, belum ada tanda-tanda penyelesaian perang ini yang stabil.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved