Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Volodymyr Zelensky mengungkapkan Ukraina baru saja mengalami serangan udara terbesar yang pernah dilakukan Rusia sejak invasi besar-besaran pada 2022. Dalam serangan yang terjadi secara bertahap dalam semalam, Rusia meluncurkan total 728 drone serta 13 rudal jelajah dan balistik ke berbagai kota di Ukraina.
"Ini adalah serangan yang sangat jelas pesannya," kata Zelensky. "Serangan ini terjadi tepat saat banyak upaya telah dilakukan untuk mencapai perdamaian dan gencatan senjata. Namun, hanya Rusia yang terus menolaknya."
Serangan itu terjadi tak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembalikan kebijakan dengan kembali mengirimkan bantuan senjata ke Kyiv. Pekan lalu, Trump sempat menghentikan bantuan tersebut, keputusan yang menurut laporan media AS tidak diketahui sebelumnya oleh dirinya.
Trump, yang semakin frustrasi terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, menyampaikan pernyataan keras. “Kami terus-terusan disuguhi omong kosong dari Putin, sejujurnya begitu,” ujarnya kepada wartawan. “Dia tampak ramah, tapi ternyata itu tak ada artinya.”
Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa Moskow tetap tenang. “Trump memang biasa berbicara dengan cara yang keras dan penuh ungkapan kasar,” ucapnya.
Kendati kedua pemimpin negara tersebut kerap berkomunikasi, hingga kini belum ada hasil nyata menuju gencatan senjata di Ukraina—sesuatu yang pernah diklaim Trump bisa diselesaikannya hanya dalam sehari.
Pekan lalu, setelah panggilan telepon dengan Putin, Trump mengatakan dirinya "sangat tidak senang". “Dia ingin terus maju, terus membunuh orang. Itu tidak benar,” kata Trump mengenai Putin.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa penghentian bantuan militer sebelumnya disetujui oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Wakil Menteri Pertahanan bidang kebijakan, Elbridge Colby. Ketika ditanya siapa yang sebenarnya mengambil keputusan tersebut, Trump—yang duduk berdampingan dengan Hegseth—menjawab, “Saya tidak tahu. Kenapa kamu tidak memberitahuku saja?”
Kini, keputusan tersebut dibatalkan, dan menurut laporan Axios, AS berencana mengirimkan 10 sistem rudal Patriot ke Ukraina. Rudal ini sangat dibutuhkan Kyiv untuk menghadang gempuran drone dan rudal Rusia yang semakin masif.
Trump juga mengatakan tengah mempertimbangkan rancangan sanksi dari Senator Republik Lindsey Graham, yang akan memberlakukan tarif hingga 500% bagi negara-negara yang berdagang dengan Rusia. Meskipun Trump telah mengancam akan menjatuhkan sanksi sejak awal menjabat pada Januari, hingga kini belum ada sanksi yang benar-benar diberlakukan. Ia sempat menyebut bahwa sanksi “mahal” dan lebih memilih menunggu kemungkinan kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.
Namun, pekan lalu, Trump mengaku telah beberapa kali membahas sanksi dengan Putin dan menyatakan, “Dia tahu itu bisa saja terjadi.”
Meski wilayah timur dan ibu kota Kyiv rutin diserang, tak ada satu pun sudut Ukraina yang luput dari target rudal Rusia. Kota Lutsk yang berada hanya 90 km dari perbatasan Polandia menjadi salah satu lokasi yang paling parah terdampak serangan semalam. Kota ini dikenal sebagai jalur transit penting bagi bantuan militer dan kemanusiaan.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di Lviv dan Rivne, dua kota besar lainnya di Ukraina bagian barat.
Di sisi lain, Rusia melaporkan bahwa serangan drone Ukraina ke wilayah perbatasan Kursk telah menewaskan tiga orang dan melukai tujuh lainnya pada hari Selasa. Seorang anak laki-laki berusia lima tahun dilaporkan meninggal dunia sehari kemudian akibat luka yang diderita.
Dua putaran perundingan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia telah dilakukan awal tahun ini, tetapi tidak ada pertemuan lanjutan yang dijadwalkan hingga kini. Baik Moskow maupun Kyiv tampaknya tidak lagi berharap pada jalur diplomasi untuk menyelesaikan konflik.
Zelensky saat ini berada di Roma dalam rangka menghadiri Konferensi Pemulihan Ukraina. Ia telah bertemu dengan Paus Leo dan dijadwalkan bertemu utusan AS, Keith Kellogg. Sejumlah pemimpin Eropa turut hadir, termasuk Kanselir Jerman Friederich Merz yang menyatakan bahwa "jalur diplomatik telah buntu" dan menjanjikan dukungan sistem pertahanan udara tambahan untuk Ukraina.
Sementara itu, Rusia terus melanjutkan ofensif musim panas mereka di wilayah timur Ukraina. "Kami terus maju," kata Peskov pada Rabu. "Setiap hari, Ukraina harus menerima kenyataan baru." (BBC/Z-2)
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved