Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Rusia menyatakan kemungkinan pertemuan antara Presiden Vladimir Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan Presiden AS Donald Trump tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan menanggapi Gedung Putih yang menyatakan keterbukaannya terhadap rencana tersebut.
Kremlin menyatakan pertemuan semacam itu hanya bisa terjadi apabila para perunding dari Rusia dan Ukraina telah mencapai suatu kesepakatan.
"Untuk waktu dekat, hal itu tampaknya tidak mungkin," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Selasa (3/6).
Perwakilan kedua negara sehari sebelumnya menggelar pembicaraan damai di Istanbul. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak kembali gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata. Satu-satunya hasil yang dicapai ialah kesepakatan pertukaran tahanan perang.
Sementara itu, Moskow tetap pada tuntutannya agar Ukraina harus menarik pasukannya dari empat wilayah yang diklaim Rusia telah dianeksasi, sebagai prasyarat untuk menghentikan invasi.
Adapun usulan pertemuan ketiga pemimpin disuarakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia menyatakan keinginannya untuk memfasilitasi pertemuan antara pemimpin Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina secara langsung.
Erdogan mendorong agar pertemuan lanjutan dilakukan di Istanbul atau Ankara akhir bulan ini dan mengusulkan agar Trump turut hadir dalam pertemuan puncak dengan Putin dan Zelensky. (AFP/I-3)
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa IAEA telah menerima informasi tentang insiden tersebut dari Iran dan Rusia.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Donald Trump menyebut negosiator Iran takut dibunuh rakyatnya sendiri jika mengaku berunding dengan AS. Di sisi lain, Iran sebut negosiasi adalah kekalahan.
Iran bantah klaim Donald Trump soal negosiasi damai. Dugaan manipulasi pasar mencuat setelah adanya lonjakan trading mencurigakan sebelum klaim Trump di media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved