Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Rusia menyatakan kemungkinan pertemuan antara Presiden Vladimir Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan Presiden AS Donald Trump tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan menanggapi Gedung Putih yang menyatakan keterbukaannya terhadap rencana tersebut.
Kremlin menyatakan pertemuan semacam itu hanya bisa terjadi apabila para perunding dari Rusia dan Ukraina telah mencapai suatu kesepakatan.
"Untuk waktu dekat, hal itu tampaknya tidak mungkin," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Selasa (3/6).
Perwakilan kedua negara sehari sebelumnya menggelar pembicaraan damai di Istanbul. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak kembali gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata. Satu-satunya hasil yang dicapai ialah kesepakatan pertukaran tahanan perang.
Sementara itu, Moskow tetap pada tuntutannya agar Ukraina harus menarik pasukannya dari empat wilayah yang diklaim Rusia telah dianeksasi, sebagai prasyarat untuk menghentikan invasi.
Adapun usulan pertemuan ketiga pemimpin disuarakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia menyatakan keinginannya untuk memfasilitasi pertemuan antara pemimpin Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina secara langsung.
Erdogan mendorong agar pertemuan lanjutan dilakukan di Istanbul atau Ankara akhir bulan ini dan mengusulkan agar Trump turut hadir dalam pertemuan puncak dengan Putin dan Zelensky. (AFP/I-3)
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
FBI merilis bukti baru berupa rekaman CCTV orang bersenjata di rumah Nancy Guthrie. Savannah Guthrie yakin ibunya masih hidup dan meminta bantuan publik.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Militer AS kembali meluncurkan serangan mematikan terhadap kapal terduga pengedar narkoba di Samudra Pasifik. Korban tewas dalam operasi ini mencapai 121 orang.
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved