Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Iran menyerukan komunitas internasional untuk tidak tinggal diam terhadap serangan militer Israel yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah wilayah di Iran. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam wawancara eksklusif dengan BBC pada Senin (23/6).
Baqaei menyebut tindakan Israel dan AS sebagai kejahatan perang dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Ia menekankan bahwa:
“Tidak ada aturan internasional yang membenarkan anggota Dewan Keamanan PBB untuk menyerang negara anggota lain demi menghancurkan fasilitas nuklir yang damai,” ujarnya seperti dikutip dari Mehr News, Selasa (24/6).
Ia menuding Israel sebagai pihak yang memulai agresi bersenjata terhadap Iran, dengan Amerika Serikat berperan sebagai pendukung utama.
Menurut Baqaei, sejumlah wilayah sipil di Iran—termasuk rumah sakit—menjadi target serangan udara Israel. Akibatnya, korban jiwa berjatuhan di kalangan warga sipil.
“Inilah yang seharusnya dikutuk oleh komunitas internasional,” tegasnya.
Baqaei menyerukan agar masyarakat global segera mengambil sikap dan mengecam serangan yang disebutnya brutal dan tanpa dasar hukum.
Dalam pernyataannya, ia juga menegaskan bahwa sejumlah media internasional, seperti CNN dan BBC, akan segera tiba di Iran untuk meliput kondisi di lapangan.
Saat ditanya terkait pembatasan akses internet di Iran, Baqaei menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah preventif untuk menangkal serangan siber yang bisa memperparah situasi keamanan nasional.
“Saya bertanya-tanya apakah masyarakat internasional akan memenuhi tanggung jawabnya untuk mengutuk tindakan agresi ini,” ucapnya.
Baqaei juga mengutip laporan terbaru dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang tidak menemukan pelanggaran atau penyimpangan dalam program nuklir damai Iran.
“AS menyerang pusat-pusat nuklir damai Iran hanya demi mendukung Israel,” katanya.
Ia merujuk pada serangan 13 Juni lalu, di mana sejumlah bangunan tempat tinggal di Teheran dihantam, menewaskan warga sipil serta seorang pejabat militer senior Iran. (Mehr News/Z-10)
Kemenkes Israel melaporkan 2.745 warga luka akibat serangan rudal balasan Iran sejak awal perang. Sebanyak 179 orang dirawat dalam 24 jam terakhir di tengah siaga Tel Aviv.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
OKI kutuk keras terorisme pemukim Israel di Tepi Barat dan penutupan Masjid Al-Aqsa selama 8 hari. Desak sanksi internasional atas pelanggaran hukum humaniter.
Hal ini misalnya sudah dilakukan Indonesia dengan menyediakan Pulau Galang untuk pengungsi Rohingya, Myanmar.
Mantan Pangeran Inggris Prince Andrew ditangkap polisi Thames Valley atas dugaan pelanggaran jabatan publik menyusul pengungkapan dokumen Jeffrey Epstein.
Laporan NYT mengungkap AS menggunakan pesawat samaran sipil dalam serangan kapal Venezuela, memicu dugaan kejahatan perang dan taktik terlarang 'perfidy'.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya pembicaraan positif dengan pejabat tinggi Iran di tengah ketegangan perang. Benarkah deeskalasi segera terjadi?
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tudingan keras kepada Presiden Israel Isaac Herzog terkait janji pengampunan bagi Benjamin Netanyahu yang disebut tidak pernah ditepati.
KETEGANGAN di kawasan Teluk kian memuncak setelah Iran mengeluarkan peringatan keras akan memasang ranjau di seluruh jalur komunikasi di Teluk Persia.
PASAR saham dunia rontok pada Senin (23/3) sementara harga minyak melonjak tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin Iran saling lempar ancaman.
IRAN mengklaim mulai memungut biaya transit sebesar 2 juta dolar AS atau sekitar Rp32 miliar dari sejumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz
IRAN mengklaim telah melancarkan serangan udara yang menargetkan aset militer Amerika Serikat Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dan Bahrain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved