Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Delapan orang terluka setelah seorang pria menyerang pengunjuk rasa dengan alat pembakar sambil berteriak "bebaskan Palestina". Para pengunjuk rasa itu mendukung sandera Israel di Colorado, Amerika Serikat, Minggu (1/6).
FBI menyatakan sedang menyelidiki insiden ini sebagai "serangan teror yang ditargetkan". Mereka mengidentifikasi pelaku sebagai Mohamed Sabry Soliman, 45.
Ia ditahan di penjara daerah sesaat sebelum tengah malam dengan berbagai dakwaan kejahatan berat (felony), menurut catatan pengadilan daerah. Uang jaminannya ditetapkan sebesar US$10 juta.
Polisi di kota Boulder mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan motif serangan tersebut, yang terjadi sekitar pukul 13.30 waktu setempat (1930 GMT) dalam sebuah demonstrasi di luar pusat perbelanjaan.
Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (Anti-Defamation League), sebuah kelompok aktivis Yahudi, menyebut "serangan antisemit yang kejam" itu terjadi saat acara "Run for Their Lives" hari Minggu. Kegiatan itu merupakan pertemuan mingguan komunitas Yahudi sebagai bentuk solidaritas bagi para sandera yang ditangkap selama serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel, yang kemudian memicu perang di Gaza.
Agen FBI Mark Michalek mengatakan kepada wartawan, serangan terjadi saat "acara damai mingguan yang sudah dijadwalkan secara rutin." "Saksi melaporkan bahwa pelaku menggunakan alat penyembur api rakitan dan melemparkan bahan pembakar ke kerumunan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa "pelaku terdengar berteriak: 'Bebaskan Palestina!'"
Polisi Boulder menyatakan delapan korban — empat pria dan empat perempuan berusia antara 52 hingga 88 tahun — telah dilarikan ke rumah sakit.
Kepala Kepolisian Boulder, Steve Redfearn, mengatakan kepada wartawan bahwa "setidaknya satu korban mengalami luka sangat serius, kemungkinan dalam kondisi kritis." Pelaku juga mengalami luka sebelum akhirnya ditangkap, ujar Redfearn.
Dalam sebuah video yang diyakini memperlihatkan serangan tersebut, seorang pria bertelanjang dada tampak memegang botol-botol bening dan mondar-mandir saat rumput di depannya terbakar.
Ia terdengar berteriak "Akhiri Zionis!" dan "Mereka pembunuh!" kepada beberapa orang berbaju merah yang tengah membantu seseorang yang tergeletak di tanah. Gambar lainnya menunjukkan asap hitam mengepul.
Warga Boulder, Alexis Cendon, mengatakan ia merasa "sangat, sangat takut" setelah mendengar tentang serangan itu yang terjadi dekat tempat kerjanya.
Serangan hari Minggu itu terjadi bertepatan dengan perayaan hari raya Yahudi, Shavuot. Insiden ini terjadi hampir dua minggu setelah penembakan fatal terhadap dua staf kedutaan Israel di luar museum Yahudi di Washington, di mana seorang tersangka berusia 31 tahun yang juga berteriak "Bebaskan Palestina" telah ditangkap.
Kepala Polisi Boulder, Redfearn, menegaskan "masih terlalu dini untuk berspekulasi soal motif," namun Kepala FBI, Kash Patel, menyebut serangan itu sebagai "serangan teror yang ditargetkan."
Jaksa Agung Colorado, Phil Weiser, menyebutnya sebagai "kejahatan kebencian." "Orang boleh saja memiliki pandangan berbeda mengenai peristiwa dunia dan konflik Israel-Hamas, tetapi kekerasan bukanlah cara menyelesaikan perbedaan," ujar Weiser.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, menulis di X bahwa pelaku adalah warga negara asing yang "secara ilegal melebihi masa tinggal visanya."
Fox News dan CBS mengutip pejabat AS yang menyatakan Soliman adalah warga negara Mesir. Gedung Putih menyebut Presiden Donald Trump telah diberi pengarahan mengenai insiden tersebut.
Diplomat senior Israel, Gideon Saar, mengecam "serangan teror antisemit yang mengerikan terhadap orang Yahudi di Boulder". Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, juga menyatakan kemarahannya.
"Teror terhadap Yahudi tidak berhenti di perbatasan Gaza — itu kini telah membakar jalanan Amerika," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga menyebut insiden di Boulder sebagai "serangan teror yang ditargetkan," sementara Jaksa Agung Pam Bondi menyebutnya sebagai "serangan antisemit yang mengerikan."
Para legislator dari berbagai spektrum politik turut menyatakan kecaman. "Malam ini, sebuah demonstrasi damai menjadi sasaran tindakan teror antisemit yang keji," ujar Senator Demokrat terkemuka, Chuck Schumer, dalam pernyataannya. "Sekali lagi, orang Yahudi menjadi korban dari serangkaian aksi kekerasan dan teror."
Sejumlah organisasi juga mengecam kekerasan tersebut. "Ini adalah serangan terhadap kita semua — dan kami tidak akan tinggal diam," tegas Dewan Israel-Amerika dalam pernyataannya. (AFP/Z-2)
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Rabu waktu setempat.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved