Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 30 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 150 lainnya mengalami luka-luka pada Minggu (1/6), setelah pasukan Israel menembaki kerumunan warga sipil yang sedang mencari bantuan di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Rafah, Gaza selatan.
Informasi ini disampaikan oleh sumber medis kepada kantor berita Anadolu, Minggu (1/6).
Menurut keterangan para saksi mata, sejak pagi hari, ratusan warga telah berkumpul di pusat distribusi bantuan milik organisasi Amerika bernama Gaza Relief Foundation, yang disebut-sebut mendapat dukungan dari otoritas Israel.
Namun, ketika warga mulai mendekati titik distribusi, pasukan Israel yang berada di kendaraan militer melepaskan tembakan ke arah kerumunan.
Tak hanya itu, pesawat nirawak juga dilaporkan menjatuhkan bahan peledak, menyebabkan korban jiwa dan luka serius di lokasi.
Sumber medis mengonfirmasi bahwa jenazah sedikitnya 30 orang telah dievakuasi bersama puluhan korban luka ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis dan rumah sakit lapangan milik Komite Internasional Palang Merah yang terletak di kota yang sama.
Dalam laporan awalnya, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan sebanyak 179 korban telah dilarikan ke rumah sakit setempat.
Dari jumlah tersebut, 21 orang dinyatakan meninggal dunia, lima berada dalam kondisi kematian klinis, dan 30 lainnya kritis. Semua korban merupakan bagian dari kerumunan yang berkumpul di titik distribusi bantuan di daerah Al-Alam, Rafah.
Seorang pejabat medis menggambarkan sekitar lokasi kejadian sebagai kondisi sangat berbahaya, dengan menambahkan bahwa tim medis mengalami kesulitan menjangkau para korban karena tembakan yang masih berlangsung.
Beberapa korban bahkan harus dievakuasi menggunakan kereta dorong karena keterbatasan akses ambulans.
Di saat yang hampir bersamaan, serangan serupa juga terjadi di lokasi distribusi bantuan lain di dekat koridor Netzarim, Gaza tengah. Di sana, pasukan Israel menembaki warga yang sedang mengantre bantuan.
Menurut laporan dari Rumah Sakit Al-Awda di kamp Nuseirat, sedikitnya satu warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka akibat tembakan yang dilepaskan di dekat pintu masuk kamp Al-Bureij.
Menanggapi insiden ini, Kantor Media Pemerintah di Gaza mengeluarkan pernyataan tegas. Mereka menuduh Israel menggunakan bantuan sebagai senjata untuk menekan rakyat Palestina.
“Israel menggunakan bantuan kemanusiaan secara sistematis dan jahat sebagai senjata perang untuk memeras warga sipil yang kelaparan dan mengumpulkan mereka secara paksa di zona pembantaian yang terbuka,” bunyi pernyataan tersebut.
Insiden tragis hari Minggu menambah jumlah korban tewas yang terjadi di sekitar lokasi distribusi bantuan menjadi 39 jiwa dalam waktu kurang dari sepekan, dengan lebih dari 220 orang terluka selama periode yang sama, berdasarkan hitungan Anadolu yang mengutip sumber-sumber Palestina.
Program bantuan dari organisasi Amerika, Gaza Relief Foundation yang baru diluncurkan sekitar satu minggu lalu, menuai kritik tajam dari warga Palestina serta organisasi kemanusiaan internasional.
Program tersebut beroperasi di luar koordinasi lembaga-lembaga resmi seperti PBB dan dianggap tidak memenuhi standar kemanusiaan internasional.
Sejak 2 Maret lalu, Israel telah menutup seluruh perlintasan perbatasan ke Gaza, menghentikan aliran makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya untuk 2,4 juta penduduk wilayah tersebut.
Serangan besar-besaran yang dilancarkan Israel sejak Oktober 2023 telah menyebabkan hampir 54.400 warga Palestina tewas, sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak.
Lembaga-lembaga bantuan telah memperingatkan ancaman kelaparan massal di wilayah yang padat penduduk tersebut.
Pada November 2023, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait dugaan kejahatan terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza. (Fer/I-1)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Militer Israel memobilisasi 100.000 tentara cadangan dalam Operasi “Roaring Lion” terhadap Iran. Serangan di Gaza menewaskan warga dan melukai puluhan lainnya.
Pasukan Israel tangkap 100 lebih warga Palestina sejak awal Ramadan di Tepi Barat. Penangkapan diwarnai kekerasan, sabotase rumah, dan penyitaan aset warga sipil.
Mantan Advokat Jenderal Militer Israel, Mayjen Yifat Tomer-Yerushalmi, ditangkap usai video penyiksaan tahanan Palestina di Sde Teiman bocor.
Kelompok HAM Al Mezan di Gaza menyatakan jumlah warga sipil yang ditahan kemungkinan jauh lebih besar dibanding data resmi Israel.
Badan pertahanan sipil Gaza menyebut sedikitnya 19 orang tewas akibat serangan di dalam dan sekitar Gaza City adapun total korban di seluruh Jalur Gaza mencapai 42 orang dalam sehari.
Mereka juga mengirim surat, yang ditandatangani oleh 550 mantan pejabat keamanan, kepada Presiden Trump yang memintanya untuk menekan Netanyahu agar mengakhiri perang Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved