Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan sangat kecewa atas serangan rudal Rusia yang terus berlanjut terhadap Ukraina di tengah negosiasi perdamaian.
"Saya sangat kecewa karena rudal-rudal terbang melewati Rusia, sangat kecewa," kata Trump kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One di Bandara Kota Morristown di Morristown, New Jersey, seperti dilansir Anadolu, Senin (28/4).
Dia juga menyampaikan terkejut akibat pengeboman yang terus berlanjut selama perundingan tersebut.
Ketika ditanya yang diharapkannya dari Presiden Rusia Vladimir Putin, ia minta penghentian serangan terhadap Ukraina.
"Ya, saya ingin dia berhenti menembak, duduk, dan menandatangani kesepakatan. Saya rasa kami memiliki batasan kesepakatan dan saya ingin dia menandatanganinya, menyelesaikannya, dan kembali menjalani hidup," sebutnya.
Ketika seorang wartawan bertanya, "Apakah Anda percaya pada Presiden Putin?"
Trump menjawab, "Saya akan memberi tahu Anda dalam waktu sekitar dua minggu," tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Trump juga membahas pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Vatikan di sela-sela pemakaman Paus Fransiskus, pertemuan tatap muka pertama mereka sejak pertemuan panas di Gedung Putih pada bulan Februari.
"Saya rasa pertemuan itu berjalan dengan baik. Kita lihat saja apa yang terjadi dalam beberapa hari ke depan," katanya. Ia menambahkan hubungannya dengan pemimpin Ukraina tidak pernah buruk.
Trump menggambarkan Zelensky sebagai sosok yang lebih tenang selama diskusi mereka di Vatikan.
"Saya pikir dia memahami gambarannya dan saya pikir dia ingin membuat kesepakatan. Saya tidak tahu apakah dia ingin membuat kesepakatan (sebelumnya)," katanya.
Mengenai pembicaraan nuklir dengan Iran, Trump menyatakan optimismenya.
"Situasi Iran, menurut saya, berjalan dengan sangat baik. Saya rasa kesepakatan akan tercapai di sana. Kita akan mendapatkan sesuatu tanpa harus menjatuhkan bom di mana-mana," sebutnya.
Trump telah mengancam tindakan militer terhadap Iran jika perjanjian baru tidak dicapai untuk menggantikan kesepakatan nuklir 2015 yang ditengahi selama pemerintahan Barack Obama.
Dia telah berulang kali menekankan bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir. (I-2)
Pakistan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi perundingan antara AS dan Iran demi mencapai penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, jika kedua pihak menghendaki.
FASILITAS gas di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan selama perang Iran Amerika Serikat dan Israel, di tengah perubahan sikap Presiden AS Donald Trump
EKSKALASI perang Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel, Selasa (24/3).
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa IAEA telah menerima informasi tentang insiden tersebut dari Iran dan Rusia.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Rusia perluas kerja sama militer dengan Iran, berikan citra satelit real-time dan teknologi drone Shahed canggih untuk targetkan posisi militer AS.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved