Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Iran secara tegas membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu disampaikan hanya berselang beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya "percakapan yang sangat baik dan produktif" untuk mengakhiri perang.
Dikutip dari Al Jazeera, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan melalui media sosial pada Senin (23/3) bahwa "tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS". Ia menuding klaim tersebut sebagai upaya manipulasi.
"Berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak, serta melarikan diri dari kubangan tempat AS dan Israel terjebak," tulis Ghalibaf.
Senada dengan Ghalibaf, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga menepis kabar adanya diskusi tersebut.
Namun, Baghaei mengonfirmasi telah menerima pesan dari beberapa negara sahabat mengenai permintaan AS untuk melakukan negosiasi guna mengakhiri perang.
Saling bantah ini terjadi saat perang AS-Israel melawan Iran memasuki minggu keempat. Militer Israel menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan baru ke ibu kota Iran, Teheran, Senin (23/3) waktu setempat.
Di sisi lain, Iran terus menembakkan rudal dan pesawat tak berawak ke seluruh wilayah Timur Tengah serta menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur krusial bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan jalur ini telah memicu lonjakan harga energi global.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan "melenyapkan" pembangkit listrik Iran jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Namun, melalui unggahan di Truth Social, Trump menginstruksikan Departemen Pertahanan AS untuk menunda semua serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Penundaan itu ia sebut bergantung pada "keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung".
Trump mengaku telah berbicara dengan "orang penting" di Iran pada Minggu, meski tidak merinci identitas sosok tersebut.
"Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan. Kita lihat bagaimana hasilnya dalam lima hari ini. Jika berjalan baik, kita akan menyelesaikannya. Jika tidak, kami akan terus membom sepuas hati kami," ujar Trump.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan telah berbicara dengan Trump dan meyakini ada peluang untuk memanfaatkan situasi ini guna mencapai kesepakatan.
"Secara paralel, kami terus menyerang baik di Iran maupun Lebanon. Kami akan menjaga kepentingan vital kami dalam perjanjian apa pun," tegas Netanyahu.
Di tengah ketegangan itu, sejumlah aktor regional seperti Pakistan, Mesir, dan Turki dilaporkan terus berupaya mendorong deeskalasi. Pengamat menilai klaim Trump mengenai mediasi ini bisa jadi merupakan cara baginya untuk menarik diri dari ultimatum 48 jam yang sebelumnya ia keluarkan, guna menghindari eskalasi perang yang lebih luas. (Z-2)
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya pembicaraan positif dengan pejabat tinggi Iran di tengah ketegangan perang. Benarkah deeskalasi segera terjadi?
Ia menambahkan bahwa Iran berniat untuk memutus siklus perang-negosiasi-gencatan senjata dan kemudian perang lagi.
Presiden AS Donald Trump siapkan opsi militer dan tarif 25% bagi mitra dagang Iran. Simak respons keras Teheran dan update korban demo Iran 2026.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf tantang Donald Trump. Sebut pejuang Iran siap beri pelajaran tak terlupakan jika AS menyerang. Simak di sini.
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka di bawah pengawasan AS dan Iran.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan serangan ke Iran dan Libanon terus berlanjut meski ada klaim kesepakatan dari Donald Trump. Pakistan tawarkan diri jadi mediator.
Ribuan petugas TSA AS mogok kerja akibat penutupan pemerintah. Agen ICE kini dikerahkan ke 14 bandara utama untuk mengatasi antrean panjang dan kekacauan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved