Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA hari setelah debat panas dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melunak. Zelensky menyesalkan kejadian tersebut dan menegaskan Ukraina siap untuk kesepakatan damai.
Zelensky menyatakan ingin memperbaiki keadaan dengan Trump dan bekerja sama demi mengamankan perdamaian di Ukraina. "Pertemuan kami di Washington, di Gedung Putih pada hari Jumat, tidak berjalan seperti yang diharapkan. Sangat disesalkan bahwa hal itu terjadi seperti ini," kata Zelensky melalui X.
"Sudah waktunya untuk memperbaiki keadaan. Kami ingin kerja sama dan komunikasi di masa mendatang bersifat konstruktif," imbuhnya.
Zelensky menegaskan kembali komitmen Ukraina untuk perdamaian. Ukraina siap untuk datang ke meja perundingan sesegera mungkin.
"Tidak seorang pun menginginkan perdamaian lebih dari Ukraina. Tim saya dan saya siap bekerja di bawah kepemimpinan kuat Presiden Trump untuk mendapatkan perdamaian yang abadi," ucap Zelensky.
Dia menyatakan Ukraina siap bekerja cepat untuk mengakhiri perang. Usulannya, tahap pertama bisa berupa pembebasan tahanan dan gencatan senjata di udara berupa pelarangan rudal, pesawat nirawak jarak jauh, bom pada energi, dan infrastruktur sipil lain disusul gencatan senjata di laut.
"Kemudian kami ingin bergerak sangat cepat melalui semua tahap berikutnya dan bekerja dengan AS untuk menyetujui kesepakatan akhir yang kuat," kata Zelensky.
"Mengenai perjanjian tentang mineral dan keamanan, Ukraina siap untuk menandatanganinya kapan saja dan dalam format apa pun yang sesuai," tambahnya.
Buntut debat panas di Ruang Oval, Trump menghentikan bantuan militer AS ke Ukraina. Trump pun sudah menerima surat dari Zelensky.
Hal itu disampaikan Trump saat berpidato di hadapan Kongres, Selasa waktu setempat atau Rabu (5/3) WIB. Di hadapan Kongres, Trump mengatakan Zelensky menyatakan kesediaannya untuk datang ke meja perundingan untuk kesepakatan damai. (I-2)
FBI kirim memo peringatan potensi serangan drone Iran dari laut ke California.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Spanyol.
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Biaya perang AS-Israel melawan Iran mencapai $11,3 miliar dalam satu minggu. Di tengah inflasi domestik, pengeluaran militer ini memicu kecaman keras dari Kongres.
Presiden Donald Trump menegaskan militer AS telah melumpuhkan kekuatan Iran dalam hitungan jam, namun ia menolak untuk menarik pasukan lebih awal.
Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mencekam. Tiga kapal kargo diserang di Selat Hormuz saat Iran mengancam akan memblokir total pasokan minyak ke AS dan Israel.
Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah tidak akan berhenti menyerang pangkalan AS dan Israel sampai musuh dikalahkan total. Simak update situasi terbaru di sini.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan Iran hanya mengincar kemenangan atas AS dan Israel. Ia menuntut ganti rugi serangan dan pencabutan sanksi ekonomi.
Iran berencana menyerang pusat data dan infrastruktur serat optik di negara Arab yang digunakan militer AS. Ketegangan Timur Tengah meningkat pascaserangan Israel.
Presiden Masoud Pezeshkian ungkap 3 syarat akhiri perang dengan AS dan Israel. Militer Iran ancam serang titik ekonomi di Teluk Persia jika pelabuhan diincar.
PEMERINTAH Iran memperingatkan akan menindak keras demonstrasi anti-pemerintah di tengah perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved