Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
JD Vance, yang lahir pada 2 Agustus 1984 di Middletown, Ohio, AS, terpilih sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat. Ia terpilih sebagai wakil dari Donald Trump tahun 2024. Selama masa kampanye Trump, Vance dikenal sebagai salah satu pendukung yang paling vokal dan gigih, terutama dalam isu-isu penting seperti kebijakan luar negeri, imigrasi, dan perdagangan.
Sejak Vance dipilih, sejumlah kontroversi telah mencuat terkait komentar-komentar yang pernah ia buat di masa lalu. Komentar-komentar tersebut, mencakup pandangan kontroversial tentang perempuan, ras, dan peran sosial, yang memicu perdebatan publik.
Hal itu menimbulkan pertanyaan mengenai sikapnya terhadap berbagai isu sosial.
JD Vance menghadapi kecaman keras dari pendukung setia Trump. Hal ini terjadi setelah ia menyatakan, individu yang terlibat dalam tindakan kekerasan selama kerusuhan 6 Januari 2021, seharusnya tidak layak mendapatkan grasi dari presiden mendatang.
Meskipun Trump berjanji akan memberikan grasi kepada banyak pelaku kerusuhan, Vance membedakan antara demonstran damai yang layak mendapatkan grasi dan mereka yang tidak memenuhi syarat. Pernyataan ini memicu kemarahan di kalangan loyalis MAGA, yang melihatnya sebagai pengkhianatan.
Vance juga ikut menyebarkan kebohongan rasis mengenai imigran Haiti yang dikabarkan memakan hewan peliharaan di Springfield, Ohio. meski pejabat setempat sudah membantah rumor tersebut, tetapi ia tetap menyebarkan kebohongan itu. Tindakan ini menuai kecaman karena dianggap tidak etis dan merugikan.
Sebelum menjadi calon wakil presiden Trump, Vance dikenal sebagai kritikus keras terhadap Trump. Ia pernah menyebut Trump sebagai "Hitler Amerika" dan "tidak layak" menjadi presiden tahun 2016. Namun, seiring berjalannya waktu, Vance berubah menjadi pendukung setia Trump, yang menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dan integritas politiknya
Selama kampanye, Vance mendapat kecaman akibat komentarnya yang menyebut ketua serikat guru tidak memiliki anak "sendiri". Selain itu, sebutannya terhadap pemimpin Demokrat sebagai "perempuan kucing yang tidak punya anak" juga menuai kontroversi. Hal itu mempengaruhi upaya kampanyenya untuk mendapatkan dukungan dari perempuan di pinggiran kota.
Meskipun terlibat dalam beberapa kontroversi, Vance juga memiliki sejumlah prestasi yang membentuk perjalanan karier politiknya. Beberapa prestasi yang pernah diraih Vance antara lain:
Vance menjadi terkenal berkat bukunya yang berjudul "Hillbilly Elegy: A Memoir of a Family and Culture in Crisis. Buku mengisahkan perjuangannya tumbuh dalam keluarga miskin di Appalachia. Buku tersebut memperoleh popularitas besar dan kemudian diadaptasi menjadi film oleh Netflix. Karya tersebut menarik perhatian banyak orang dan memperlihatkan pemahaman mendalam tentang tantangan sosial dan ekonomi di Amerika Serikat.
Sebelum memasuki dunia politik, Vance menyelesaikan pendidikan di Universitas Yale dan memperoleh gelar J.D. (Juris Doctor). Setelah itu, ia bekerja sebagai pengacara di beberapa firma hukum ternama, yang memperluas pemahamannya dalam bidang kebijakan publik dan hukum.
Sebelum terpilih sebagai wakil presiden mendampingi Donald Trump, Vance sudah dikenal aktif dalam politik di negara bagian Ohio. Ia fokus pada perjuangan kebijakan-kebijakan yang mencerminkan pandangannya mengenai ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.
Vance meraih kemenangan dalam pemilihan senat di Ohio pada 2022, yang memperkokohkan statusnya sebagai figur utama dalam Partai Republik. Kemenangannya dianggap sebagai pencapaian signifikan bagi pihak konservatif di Ohio. Dia dipandang sebagai calon yang kuat untuk melangkah lebih jauh dalam karier politiknya.
Terpilihnya JD Vance sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat pada 2024 merupakan prestasi besar dalam karier politiknya. Hal ini menandai puncak dari perjalanan politiknya yang penuh tantangan dan kontroversi.
Itulah beberapa kontroversi dan prestasi yang diraih JD Vance, yang menandai puncak perjalanan politiknya yang penuh tantangan dan pencapaian. (Berbagai sumber/Z-3)
Trump setuju berbicara dengan pemimpin baru Iran. Teheran terbuka untuk upaya serius meredakan ketegangan, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Amerika Serikat konfirmasi 3 anggota militer tewas dan 5 luka-luka akibat operasi terhadap Iran. USS Abraham Lincoln aman meski misil diluncurkan.
Baru saja ditunjuk memimpin "perang melawan penipuan", Wapres AS JD Vance langsung membekukan dana kesehatan Medicaid Minnesota sebesar US$259 juta.
Wakil Presiden AS JD Vance mengonfirmasi Gedung Putih tengah memantau ketat insiden penembakan speedboat berbendera Florida oleh pasukan perbatasan Kuba.
Amerika Serikat mengajak 50 negara sekutu untuk membentuk aliansi mineral kritis.
Pengadilan banding mencabut larangan penggunaan gas air mata oleh agen ICE terhadap demonstran di Minnesota jelang kunjungan Wapres JD Vance.
Lionel Messi dan skuad Inter Miami sambangi Gedung Putih. Donald Trump puji Messi sebagai pemain terbaik sepanjang masa usai bawa Miami juara MLS.
Dubes Iran di Jakarta tegaskan Ali Khamenei telah memfatwakan nuklir itu haram. Ia menyebut tuduhan senjata nuklir hanyalah dalih AS-Israel untuk melakukan pembunuhan.
PM Spanyol Pedro Sanchez tegaskan tidak akan terlibat serangan ke Iran dan melarang penggunaan pangkalan militer oleh AS meski diancam embargo perdagangan oleh Trump.
Presiden Macron nyatakan solidaritas untuk Spanyol setelah Trump ancam putus perdagangan akibat penolakan penggunaan pangkalan militer untuk serangan ke Iran.
ANGGOTA DPR AS dari Partai Demokrat, Bill Foster mempertanyakan tidak adanya rencana jelas pemerintah untuk mengamankan uranium yang diperkaya Iran di tengah ofensif militer.
Ratusan tentara AS protes setelah komandan sebut perang Iran adalah nubuat Armagedon dan Donald Trump diurapi Yesus. Simak laporan lengkap MRFF di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved