Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

AS Galang 50 Negara Sekutu, Bentuk Aliansi Mineral Kritis demi Saingi Dominasi Tiongkok

Thalatie K Yani
05/2/2026 09:29
AS Galang 50 Negara Sekutu, Bentuk Aliansi Mineral Kritis demi Saingi Dominasi Tiongkok
Wakil Presiden AS JD Vance(Media Sosial X)

PEMERINTAH Amerika Serikat resmi meluncurkan inisiatif besar untuk membentuk zona perdagangan khusus mineral kritis. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengamankan pasokan bahan baku utama pembuatan smartphone, baterai kendaraan listrik (EV), hingga sistem persenjataan canggih, sekaligus memutus dominasi China di industri tersebut.

Departemen Luar Negeri AS menjadi tuan rumah pertemuan yang dihadiri perwakilan dari sedikitnya 50 negara. Delegasi yang hadir mencakup pejabat tinggi dari Uni Eropa, Jepang, India, Korea Selatan, Australia, hingga Republik Demokratik Kongo.

Fokus utama pertemuan ini adalah membahas akses terhadap mineral esensial, termasuk logam tanah jarang (rare earths), yang saat ini proses penambangan dan pengolahannya dikuasai hampir sepenuhnya oleh Beijing.

Ketergantungan yang Berbahaya

Dalam pidatonya, Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio memang tidak menyebut Tiongkok secara eksplisit. Namun, Vance menyinggung bagaimana "pasokan luar negeri" membanjiri pasar global sehingga menyulitkan negara lain untuk mendapatkan pendanaan produksi secara mandiri.

"Setiap orang dari kita yang terwakili di ruangan ini telah menjadi tergantung pada pengaturan yang tidak kita pilih, dan saat ini, pengaturan tersebut tidak dapat kita kendalikan," tegas Vance dalam pernyataan yang dirilis pemerintah.

Investasi Ratusan Miliar Dolar

Sebagai bagian dari strategi ini, Asisten Khusus Presiden Donald Trump, David Copley, mengungkapkan rencana ambisius pemerintah untuk menyuntikkan dana besar ke sektor pertambangan.

"AS bermaksud mengerahkan modal ratusan miliar dolar ke sektor pertambangan untuk menjalankan berbagai proyek," ungkap Copley. Ia menambahkan investasi telah mulai mengalir ke perusahaan seperti MP Materials (produsen magnet tanah jarang) dan Lithium Americas.

Senada dengan itu, Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer menyatakan bahwa AS bersama Jepang dan Komisi Eropa tengah mengembangkan "mekanisme kebijakan perdagangan terkoordinasi" untuk menghindari potensi hambatan akses mineral di masa depan secara kolektif.

Senjata Tawar Beijing

Pengumuman ini muncul di hari yang sama saat Presiden Trump melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Xi Jinping. Meskipun Trump menyebut pembicaraan tersebut "sangat positif," fakta di lapangan menunjukkan ketegangan yang nyata.

Tiongkok baru-baru ini memperketat ekspor mineral kritis dengan mewajibkan perusahaan domestik mendapatkan izin pemerintah sebelum mengirim barang ke luar negeri. Analis menilai langkah ini adalah "kartu as" bagi Beijing sebagai alat tawar dalam negosiasi perdagangan dengan Washington. Ketergantungan industri AS terhadap impor ini menjadikannya sangat rentan terhadap gangguan pasokan dari Tiongkok. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik