Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
GENCATAN senjata antara Israel dan Hamas terganggu karena kelompok sayap kanan mengancam akan memblokir kesepakatan tersebut. Negosiasi sudah memasuki tahap akhir, dengan para mediator berharap pembicaraan yang menegangkan ini akan segera menghasilkan kesepakatan.
"Saya yakin kita akan mencapai gencatan senjata," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melansir The Independent, Rabu (15/1)
"Sudah di ambang kehancuran. Lebih dekat dari sebelumnya," tambahnya.
Gencatan senjata ini akan menghasilkan kembalinya sandera Israel dari Gaza dan penarikan penuh militer Israel dari wilayah yang terkepung.
Sementara itu, menteri sayap kanan Israel Ben Gvir mengungkapkan bahwa ia telah berulang kali memblokir kesepakatan gencatan senjata selama tahun lalu dan mendesak menteri keuangan Bezalel Smotrich untuk bergabung dengannya dalam menghentikan perjanjian baru tersebut.
Tahap pertama dari kesepakatan tersebut akan membebaskan 33 sandera, termasuk anak-anak, wanita, pria berusia di atas 50 tahun dan yang terluka dan sakit. Tahap pertama akan berlangsung hingga 60 hari, dengan negosiasi untuk tahap kedua dimulai pada hari ke-16 jika semuanya berjalan sesuai rencana.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengkritik strategi perang Israel dan Hamas telah merekrut anggota baru sebanyak jumlah yang hilang selama perang di Gaza selama setahun.
“Kami telah lama menyampaikan kepada pemerintah Israel bahwa Hamas tidak dapat dikalahkan hanya dengan kampanye militer, bahwa tanpa alternatif yang jelas, rencana pascakonflik dan cakrawala politik yang kredibel bagi Palestina, Hamas, atau sesuatu yang sama menjijikkan dan berbahayanya, akan tumbuh kembali,” kata Blinken dalam pidatonya di Atlantic Council kemarin.
“Setiap kali Israel menyelesaikan operasi militernya dan menarik Hamas, para militan berkumpul kembali dan muncul kembali karena tidak ada lagi yang dapat mengisi kekosongan,” ujarnya.
“Memang, kami menilai bahwa Hamas telah merekrut militan baru sebanyak jumlah yang hilang. Itu adalah resep untuk pemberontakan yang berkepanjangan dan perang yang tak berkesudahan,” pungkas Blinken. (Z-9)
Panglima militer Uganda Muhoozi Kainerugaba ancam akan terjun ke perang Iran demi membela Israel jika terdesak. Hubungan kedua negara semakin erat pasca-insiden Entebbe.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu umumkan perluasan zona keamanan di Libanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini memicu kekhawatiran pendudukan jangka panjang.
ORGANISASI kemanusiaan Oxfam menilai Israel menerapkan pola operasi militer yang serupa dengan yang sebelumnya dilakukan di Gaza. Kini Israel menyerang wilayah selatan Libanon.
Menlu Oman Badr al-Busaidi tegaskan Iran tidak bertanggung jawab atas perang yang dimulai AS-Israel. Oman desak diplomasi demi keamanan Selat Hormuz.
Iran menyerukan pembentukan aliansi militer Timur Tengah berbasis Al Quran tanpa keterlibatan Amerika Serikat dan Israel.
Militer Israel tega menyiksa balita 1 tahun, Karim Abu Nassar, dengan sundutan rokok selama 10 jam di Gaza untuk paksa pengakuan ayahnya. Pelanggaran HAM berat!
Militer Israel tega menyiksa balita 1 tahun, Karim Abu Nassar, dengan sundutan rokok selama 10 jam di Gaza untuk paksa pengakuan ayahnya. Pelanggaran HAM berat!
Tragedi kemanusiaan berlanjut: Anak 13 tahun tewas di tenda Gaza dan seorang ibu ditembak di Reineh. Total korban tewas di Gaza kini melampaui 72.000 jiwa.
Presiden Prabowo hubungi Mahmoud Abbas dan pemimpin dunia Islam saat Idul Fitri. Langkah ini jadi sinyal kuat diplomasi Indonesia di panggung global.
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
Secara khusus menyapa pemudik yang kembali ke tanah kelahiran dan atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat datang kembali.
Mahmoud Abbas membawa harapan besar agar momentum hari kemenangan ini menjadi titik balik bagi kemerdekaan bangsa Palestina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved