Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pengusaha Israel yang diyakini dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melontarkan ancaman terselubung kepada Yordania. Ia melontarkan itu saat Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengusulkan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dan menjamin keamanan Israel.
Roni Mizrachi, seorang kontraktor Israel yang terkenal, mengatakan itu kepada stasiun televisi sayap kanan Israel Channel 14, minggu lalu. "Yang kita lihat hari ini di Libanon akan terjadi di Yordania berikutnya," katnya.
Ia mengeklaim bahwa Teheran dapat memperoleh pengaruh di kerajaan tersebut mirip dengan yang dilakukannya terhadap kelompok-kelompok Libanon seperti Hizbullah.
Baca juga : Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah Setuju Gencatan Senjata sebelum Dibom Israel
Hal ini menyusul eskalasi besar-besaran dalam serangan Israel terhadap Libanon selama seminggu terakhir yang menewaskan 1.000 orang dan mengungsi sekitar 1 juta orang. Menteri luar negeri Arab, seperti Ayman Safadi dari Yordania, mengutuk serangan tersebut.
"Saya ingin memberi tahu Anda, mengapa kita semua picik? Karena kita melihat Libanon hari ini, dalam 15 tahun ke depan akan menjadi Yordania, negara berikutnya yang akan menjadi tempat Iran memiliki kepentingan," katanya.
"Oleh karena itu Libanon harus ditangani dengan keras dan kepala ularnya harus dipukul. Iran harus dipukul dengan bom elektromagnetik--bom taktis termasuk bom atom--bukan untuk melukai orang tetapi untuk menyerang fasilitas mereka. Ini mungkin dan kami memiliki kemampuan.
Baca juga : Iran Tembakkan 180 Rudal Balistik ke Israel, Biden dan Netanyahu Merespons
Yordania dan Israel menandatangani perjanjian damai pada 1994. Meskipun hubungan diplomatik mereka terus berlanjut, hubungan menjadi lebih tegang setelah perang Israel yang membabi buta di Jalur Gaza, Palestina, dan Libanon.
Sebagian besar warga negara Yordania berasal dari Palestina dan telah terjadi protes rutin terhadap perang Gaza di luar kedutaan besar Israel di Amman.
Pada 8 September, seorang pengemudi truk Yordania menembaki penjaga keamanan Israel di perbatasan Raja Hussein antara Yordania dan Tepi Barat, menewaskan tiga dari mereka.
Baca juga : Netanyahu Bikin Video Khusus untuk Warga Iran, Apa Katanya?
Sejak saat itu, Israel menewaskan ratusan warga sipil lain di Gaza, melanjutkan serangannya di Tepi Barat, dan melakukan invasi darat ke Libanon selatan.
Segera setelah Mizrachi memberikan komentarnya mengenai Yordania, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB bahwa negara-negara Arab dan Muslim akan menjamin keamanan Israel jika setuju mendirikan negara Palestina di Tepi Barat dan Gaza berdasarkan perbatasan pada 1967.
"Perdana menteri Israel datang ke sini hari ini dan mengatakan bahwa Israel dikelilingi oleh mereka yang ingin menghancurkannya. Kami di sini--anggota komite Muslim-Arab yang diamanatkan oleh 57 negara Arab dan Muslim--dan saya dapat memberi tahu Anda dengan sangat tegas, kami semua bersedia menjamin keamanan Israel dalam konteks Israel mengakhiri pendudukan dan mengizinkan munculnya negara Palestina," kata Safadi.
Baca juga : Belasan Ribu Warga Suriah Tinggalkan Libanon untuk Pulang
Ia menuduh Netanyahu sengaja menciptakan bahaya bagi Israel karena ia menentang solusi dua negara. "Bisakah Anda bertanya kepada pejabat Israel apa tujuan akhir mereka, selain hanya perang dan perang dan perang?" tanyanya.
Israel, dalam seminggu terakhir, telah membawa perangnya di Gaza ke Libanon. Ia menolak untuk menyetujui gencatan senjata di kedua front.
Lebih dari 41.500 orang telah tewas di Gaza sejak Oktober lalu. Sementara 700 orang telah tewas dalam serangan Israel yang sedang berlangsung di Libanon di tengah kekhawatiran akan perang regional. (New Arab/Z-2)
Dino mengkritik serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran serta menilai wacana mediasi Presiden Prabowo Subianto tidak realistis. Ia mendorong Indonesia bersikap tegas.
Media Israel dan Netanyahu melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan yang menyasar kompleks kediamannya di Teheran,
Amerika Serikat dan Iran kembali berunding di Jenewa dengan mediasi Oman di tengah pengerahan militer besar-besaran AS. Presiden Donald Trump membuka peluang diplomasi.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Pengadilan Cili menelaah pengaduan kejahatan perang terhadap mantan penembak jitu Israel, Rom Kovtun, atas dugaan pelanggaran HAM saat bertugas di Gaza.
Presiden AS Donald Trump siap dukung serangan Israel ke Iran. Kapal induk USS Gerald R. Ford dikerahkan saat perundingan nuklir di Jenewa memanas. Cek faktanya.
PM Libanon Nawaf Salam, mengecam keras aksi peluncuran roket dari wilayah Libanon selatan menuju Israel yang terjadi pada Senin (2/3/2026).
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
PARA pejabat Israel menilai serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1) sebagai pukulan signifikan bagi poros Iran.
ISRAEL mencatat emigrasi bersih sebanyak 144.270 orang selama tiga tahun pemerintahan Benjamin Netanyahu saat ini.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
DOKUMEN internal yang bocor dan ditelaah ABC Spanyol mengungkap dugaan kerja sama keuangan dan logistik jangka panjang antara Venezuela dan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved