Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN penyeranta (pager) milik Hizbullah meledak di seluruh penjuru Libanon pada Selasa (17/9) dan menyebabkan sembilan orang tewas serta ribuan mengalami luka-luka.
Perusahaan Taiwan, Gold Apollo, membantah mereka memproduksi pager Hizbullah yang berisi bahan peledak dan menegaskan bahwa perangkat tersebut dibuat oleh sebuah perusahaan di Eropa.
Menteri Kesehatan Libanon, Firass Abiad, mengatakan seorang gadis muda termasuk di antara korban tewas dan lebih dari 200 orang mengalami luka kritis. "Sekitar 2.800 orang terluka, dan 200 di antaranya dalam kondisi kritis," kata Abiad
Baca juga : Ledakan Maut Pager Libanon, Hizbullah Janji Balas Dendam
Kemungkinan ribuan pager diledakkan dari jarak jauh dan secara bersamaan di seluruh Libanon, Hizbullah menuduh Israel berada di balik ledakan tersebut dan akan menerima hukuman yang adil serta pembalasan yang setimpal.
Menteri Penerangan Libanon Ziad Makary mengutuk serangan itu sebagai agresi Israel. Militer Israel belum memberikan tanggapan langsung mengenai ledakan tersebut. Sementara para komandan senior telah mengadakan pertemuan darurat dengan fokus pada kesiapan dalam serangan dan pertahanan di semua arena.
Pager dengan stiker di bagian belakang tampak menyerupai produk milik perusahaan Taiwan Gold Apollo viral di media sosial. Pada Rabu (18/9), pendiri perusahaan Hsu Ching-Kuang membantah pihaknya membuat pager tersebut dan mengaku pager itu diproduksi oleh perusahaan di Eropa yang memiliki hak untuk menggunakan mereknya.
Baca juga : Serangan Pager di Libanon Momok Baru Perdamaian Timur Tengah
"Produk itu bukan milik kami. Hanya di situ ada merek kami," katanya. "Kami perusahaan yang bertanggung jawab. Ini sangat memalukan," sebutnya.
Ledakan tersebut tampaknya mengeksploitasi pager berteknologi rendah yang diadopsi Hizbullah untuk mencegah pembunuhan yang ditargetkan terhadap anggotanya karena dapat dilacak melalui sinyal telepon seluler. Mereka yang terluka dalam serangan itu termasuk duta besar Iran untuk Beirut, Mojtaba Amani, menurut laporan.
Sumber Hizbullah mengatakan mereka yakin serangan itu sebagai respons terhadap dugaan upaya pembunuhan oleh milisi Syiah terhadap mantan pejabat tinggi pertahanan Israel yang diungkapkan pada Selasa oleh badan keamanan Israel Shin Bet.
Baca juga : Ledakan Pager Libanon, Israel belum Tanggapi meski Dituding
Rumah sakit di seluruh Libanon kewalahan dengan masuknya pasien. Rumah sakit lapangan didirikan di kota Tirus di selatan untuk menampung korban luka. Suara sirene ambulans terus terdengar di ibu kota Libanon lebih dari tiga jam setelah serangan awal.
Hal ini terjadi ketika para pejabat AS berusaha meredakan ketegangan antara kedua belah pihak dan tetap khawatir bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dapat memerintahkan invasi darat ke Libanon.
Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Israel mengumumkan pihaknya memperluas tujuannya dalam perang yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober dengan memasukkan perjuangannya melawan Hizbullah di sepanjang perbatasan dengan Libanon.
Baca juga : Mossad Jadikan Baterai Walki Talki Bom untuk Serang Hizbullah
Hizbullah mengonfirmasi dalam pernyataan sebelumnya bahwa korban tewas termasuk setidaknya dua pejuangnya dan seorang gadis muda. Laporan media selanjutnya menyebutkan putra anggota parlemen Hizbullah Ali Ammar juga tewas dalam ledakan tersebut.
Pager meledak di Libanon selatan, pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai Dahiyeh dan Lembah Bekaa timur. Seorang pejabat Hizbullah, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa ledakan tersebut merupakan pelanggaran keamanan terbesar yang dilakukan kelompok tersebut sejak konflik Gaza meletus pada 7 Oktober lalu.
Mantan wakil pejabat intelijen nasional AS untuk Timur Tengah, Jonathan Panikoff, mengatakan ini akan menjadi kegagalan kontraintelijen terbesar yang dialami Hizbullah dalam beberapa dekade. Serangan sabotase ini, terjadi setelah Isarel menargetkan pembunuhan terhadap para pemimpin senior Hizbullah dan telah meningkatkan ketegangan antara Israel dan Hizbullah.
Ketenangan pasang surut kedua belah pihak terus terjadi. Bahkan serangan meningkat, setelah Hizbullah memberikan tanggapan terbatas terhadap pembunuhan komandan militer, Fuad Shukur di Beirut.
Serangan itu juga mengancam upaya AS untuk mencegah Iran melakukan pembalasan terhadap Israel atas insiden di Teheran yang menewaskan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, mengatakan terlalu cepat menilai kondisi ini memengaruhi perundingan gencatan senjata di Gaza.
Namun dia memastikan bahwa AS tidak terlibat dan tidak tahu pihak yang bertanggung jawab. Hamas menyatakan serangan itu sebagai eskalasi yang akan menyebabkan kekalahan Israel. (The Guardian/Z-2)
AS instruksikan warga dan personel misi berlindung di Irak akibat ancaman milisi pro-Iran. Ketegangan meningkat di Libanon, Israel serang target Hizbullah di Beirut.
Tentara Israel mengumumkan pembunuhan Hussein Makled, kepala intelijen Hizbullah, di Beirut. Militer AS melaporkan anggota keempat tewas akibat luka-luka dalam operasi melawan Iran
PM Libanon Nawaf Salam, mengecam keras aksi peluncuran roket dari wilayah Libanon selatan menuju Israel yang terjadi pada Senin (2/3/2026).
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
PARA pejabat Israel menilai serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1) sebagai pukulan signifikan bagi poros Iran.
ISRAEL mencatat emigrasi bersih sebanyak 144.270 orang selama tiga tahun pemerintahan Benjamin Netanyahu saat ini.
Istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia menurut kantor berita Mehr, di tengah memanasnya konflik antara Iran, AS, dan Israel.
Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps mengancam meluncurkan rudal ke Siprus di tengah eskalasi konflik Iran-AS-Israel. Jerman bersiap mengevakuasi warganya dari kawasan Timur Tengah.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Dari fajar berdarah di Teheran hingga hujan drone di Tel Aviv, inilah lini masa lengkap operasi militer paling berani abad ini.
Perang total yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran memasuki hari ketiga dengan dampak kemanusiaan dan ekonomi yang kian mengerikan.
AS instruksikan warga dan personel misi berlindung di Irak akibat ancaman milisi pro-Iran. Ketegangan meningkat di Libanon, Israel serang target Hizbullah di Beirut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved