Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG petinggi militer Israel, Ziv, yang berpangkat mayor jenderal memperingatkan agar tidak mendorong perang dengan Iran selama masih menjalankan genosida dengan kedok operasi militer di Gaza. Ia menilai Teheran merupakan musuh utama Israel.
"Sudah hampir setahun ini, kami belum mampu mengalahkan musuh terkecil kami," kata Ziv dalam komentar yang dimuat di situs berita Israel, Maariv, dilansir dari Al Jazeera, Selasa (27/8).
Ia mencatat bahwa masih ada 20 ribu pejuang Hamas yang berkumpul kembali di Gaza. "Memang benar bahwa kita perlu berurusan dengan Iran, tetapi kita memerlukan strategi untuk itu, dan untuk itu, kita perlu menutup satu front, menangani yang lain, dan mengejar strategi yang lebih berarti terhadap Iran," kata Ziv, yang sebelumnya mengepalai direktorat operasi militer Israel.
Baca juga : Berseberangan dengan Sekutunya, Israel Ingin Serang Iran
Menurut dia, Israel tentu tidak akan mampu melaksanakan tugas memerangi semua pihak jika mereka tidak mampu menutup garis depan yang paling sederhana sekalipun. Sementara itu, tank-tank Israel maju menuju Deir el-Balah di Gaza tengah sementara pesawat Israel mengebom kamp pengungsi Maghazi di dekatnya, menewaskan tiga warga Palestina.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pihaknya terpaksa menghentikan operasi bantuan di Gaza setelah Israel memerintahkan evakuasi massal Deir el-Balah. Wilayah itu menjadi tempat PBB mendasarkan pusat operasinya setelah pindah dari Rafah ketika pasukan Israel melancarkan invasi darat awal tahun ini.
Sebanyak 6 warga Palestina telah dibunuh oleh tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki, sementara menteri sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir mengatakan ia akan menaruh bendera Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa. Setidaknya 40.435 orang tewas dan 93.534 orang terluka dalam agresi Israel di Gaza. Diperkirakan 1.139 orang tewas di Israel selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober. (I-2)
Menlu Iran Abbas Araghchi laporkan 600 sekolah hancur dan 1.000 siswa-guru jadi korban serangan AS-Israel. Simak detail pidatonya di Dewan HAM PBB Jenewa.
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Di tengah serangan AS-Israel, Washington membuka peluang negosiasi dengan Iran. Trump dorong kesepakatan damai segera tercapai.
Serangan rudal dan drone Iran hantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, melukai 10 tentara AS dan merusak sejumlah pesawat pengisi bahan bakar strategis.
Hubungan Netanyahu dan Kepala Mossad David Barnea dikabarkan retak akibat saling tuding terkait akurasi intelijen perang Iran dan isu kebocoran informasi di pusat keamanan.
Kelompok hacker Handala mengklaim telah membobol email pribadi Direktur FBI Kash Patel. Foto-foto santai hingga resume Patel disebar sebagai bentuk balas dendam.
Penutupan dilakukan setelah serbuan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, dengan alasan arahan Komando Front Dalam Negeri melarang adanya kerumunan besar.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Militer Israel tega menyiksa balita 1 tahun, Karim Abu Nassar, dengan sundutan rokok selama 10 jam di Gaza untuk paksa pengakuan ayahnya. Pelanggaran HAM berat!
Tragedi kemanusiaan berlanjut: Anak 13 tahun tewas di tenda Gaza dan seorang ibu ditembak di Reineh. Total korban tewas di Gaza kini melampaui 72.000 jiwa.
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved