Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris tidak akan tinggal diam dalam menghadapi penderitaan warga Palestina, seiring dengan berkecamuknya perang Israel di Gaza.
Namun, para pembela hak asasi manusia Palestina ingin tahu secara pasti langkah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kendali Harris.
Wakil presiden yang juga calon presiden dari Partai Demokrat menekankan penderitaan warga Palestina di Gaza setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis. Namun demikian, dia menjanjikan dukungan berkelanjutan untuk Israel.
Baca juga : Netanyahu Akan Kirim Delegasi untuk Perundingan Gencatan Senjata di Gaza
Para aktivis mengatakan bahwa mengungkapkan simpati terhadap warga Palestina tanpa melakukan perubahan berarti dari kebijakan dukungan militer dan diplomatik tanpa syarat AS tidak akan membantu Harris memenangkan kembali pemilih yang merasa diabaikan oleh Presiden Joe Biden terkait perang tersebut.
“Tanpa komitmen nyata untuk berhenti membunuh anak-anak Gaza, saya tidak peduli dengan empatinya terhadap mereka,” kata sosiolog di Universitas Chicago, Eman Abdelhadi, dilansir Al Jazeera, Sabtu (27/7).
Dia menekankan bahwa AS memikul tanggung jawab atas kekejaman yang dilakukan terhadap warga Palestina.
Baca juga : Kamala Harris Desak Netanyahu Selesaikan Gencatan Senjata
“Bersikap empati kepada seseorang yang Anda tembak di kepalanya bukanlah hal yang patut dipuji. Kami tidak membutuhkan empati dari orang-orang ini. Kita membutuhkan mereka untuk berhenti menyediakan senjata dan uang yang secara aktif membunuh orang-orang yang mereka anggap berempati," sebutnya.
Selain itu, meskipun tanggapan Harris dianggap menyimpang dari retorika Biden, para kritikus berpendapat bahwa wakil presiden tersebut tidak mengartikulasikan posisi kebijakan baru apa pun.
Setelah mengadakan pembicaraan dengan Netanyahu pada Kamis lalu, Harris menyampaikan pernyataan di televisi mengenai konflik tersebut, di mana dia menegaskan kembali komitmennya yang teguh kepada Israel dan berjanji untuk selalu memastikan bahwa negara tersebut dapat mempertahankan diri.
Baca juga : Puluhan Mayat Ditemukan Setelah Pasukan Isarel Mundur dari Gaza
“Saya juga menyampaikan kepada perdana menteri keprihatinan serius saya mengenai skala penderitaan manusia di Gaza, termasuk kematian terlalu banyak warga sipil tak berdosa,” kata Harris, seraya menyebut perang tersebut menghancurkan.
“Gambaran anak-anak yang meninggal dan orang-orang yang putus asa serta kelaparan yang melarikan diri demi keselamatan, kita tidak bisa mengabaikan tragedi ini. Kita tidak bisa membiarkan diri kita mati rasa terhadap penderitaan ini, dan saya tidak akan diam," ujarnya.
Dia juga menyuarakan dukungan terhadap proposal gencatan senjata multi-tahap Biden untuk mengakhiri perang dan membebaskan tawanan Israel di Gaza.
Baca juga : PM Inggris Keir Starmer dan Biden Bahas Gencatan Senjata Gaza
Israel dan Hamas telah melakukan perundingan secara tidak langsung selama berbulan-bulan untuk menyelesaikan perjanjian tersebut, namun sejauh ini belum ada solusi yang ditemukan. Setidaknya di permukaan, nada bicara Harris tampak menyimpang dari pernyataan Biden yang pro-Israel.
“Harris menciptakan jarak dari Biden di Gaza dengan menekankan penderitaan warga Palestina,” demikian bunyi judul utama Washington Post setelah komentar wakil presiden tersebut.
Namun, Hazami Barmada, seorang aktivis Arab-Amerika yang mengorganisir protes di ibu kota AS untuk menyadarkan situasi di Gaza, mengatakan bahwa pernyataan simpati publik dari wakil presiden tidak membuat perbedaan.
Barmada menekankan bahwa Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan dia melihat anak-anaknya sendiri di wajah anak-anak di Gaza. Namun, departemen Blinken terus menyetujui senjata senilai miliaran dolar untuk Israel.
“Jadi tidak, menurut saya empati saja tidak cukup,” kata Barmada kepada Al Jazeera.
“Kami telah menyaksikan genosida, pembersihan etnis, apartheid, pendudukan ilegal, kekerasan, segala jenis kekejaman yang terjadi terhadap warga Palestina di layar televisi kami selama 76 tahun. Kita perlu melampaui empati dan mengambil tindakan sebelum terlambat," lanjutnya.
Harris tampaknya akan mewarisi nominasi Partai Demokrat dari Biden, yang mengundurkan diri dari pemilihan presiden pada hari Minggu dan malah mendukung wakil presiden.
Tanpa adanya oposisi yang serius, Biden telah memenangkan mayoritas suara dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.
Namun, ratusan ribu orang di seluruh negeri memilih opsi “uncommitted” pada pemilu pendahuluan Partai Demokrat untuk menyatakan penolakan terhadap kebijakan presiden di Gaza.
Gerakan yang tidak berkomitmen ini telah mengartikulasikan tiga tuntutan kebijakan utama: mencapai gencatan senjata yang berkelanjutan, memberlakukan embargo senjata terhadap Israel, dan mencabut pengepungan terhadap Gaza. (Al Jazeera/P-5)
Tragedi kemanusiaan berlanjut: Anak 13 tahun tewas di tenda Gaza dan seorang ibu ditembak di Reineh. Total korban tewas di Gaza kini melampaui 72.000 jiwa.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
PAUS Leo XVI menilai kematian dan penderitaan akibat konflik Timur Tengah sebagai skandal bagi seluruh manusia dan kembali mendesak gencatan senjata segera.
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Milisi Kataib Hizbullah sepakati jeda serangan terhadap Kedubes AS di Baghdad dengan syarat ketat. Sementara itu, pasokan gas Iran ke Irak terhenti total.
Komandan Polisi Dubai Dhahi Khalfan desak negara Teluk perkuat hubungan dengan Israel dan Barat, serta kritik negara Arab lain di tengah perang regional melawan Iran.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
WFH adalah salah satu ‘aksi cepat’ yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu.
Panglima militer Uganda Muhoozi Kainerugaba ancam akan terjun ke perang Iran demi membela Israel jika terdesak. Hubungan kedua negara semakin erat pasca-insiden Entebbe.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved